Selasa, 9 Juni 2026

Rp 2 M untuk Desa Wisata Modern di Batu

Ada Kereta Gantung hingga Selecta

Rp 2 M untuk Desa Wisata Modern, Ada Kereta Gantung hingga Selecta

Tayang:
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Parmin
SURYA Online, BATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam waktu dekat segera merealisasikan pembangunan desa wisata modern di Desa Punten dan Gunungsari. Pemkot pun sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar sebagai modal pertama.  

Kepala Bappeda Kota Batu, Eny Rachyuningsih memaparkan, untuk merealisasikan desa wisata modern itu, pihaknya sudah kerjasama dengan Jatim Park Foundation (JTP Foundation). Desain desa wisata di dua desa ini pun sudah jadi.

Dalam pelaksanaan pembangunannya nanti, sambung Eny, pihaknya melibatkan aparat desa dan masyarakat setempat. Tugas masing-masing pun sudah dibagi dalam skema pembangunannya nanti. Seperti pemaparan pihak JTP Foundation beberapa waktu lalu di gedung Bina Praja Pemkot Batu, akan ada kereta gantung.

“Rencannaya nanti di Punten dan Gunungsari menjadi jalan kereta gantung. Master plannya sudah ada,” tutur Eny, Minggu (28/4/2013).

Saat ini, Bappeda sedang menghitung pembangunan jalan menuju pusat desa wisata tersebut. Di antaranya, menghitung pelebaran jalan atau membuat jalan baru. Misalkan, jalan baru itu, di Desa Gunungsari ada petik mawar, lalu di Desa Punten ada outbond, bagaimana menyambungkannya.

“Itu belum (dihitung). Dan akan muncul angkanya berapa, masih disesuaikan dengan APBD. Tapi, paling tidak, sudah ada modal Rp 2 miliar seperti yang disampaikan Pak Wali (Wali Kota Batu),” terang Eny.

Kereta gantung yang masuk dalam rencana itu akan dihubungakan dengan wisata alam Selecta. Namun, konsep kereta gantung bukan untuk alat transportasi umum, melainkan khusus untuk wisatawan. “Ini nanti keliling dari selecta, Punten, dan Gunungsari,” katanya.

Peluang besarnya, untuk pengadaan kereta gantung ini, Pemko akan menggandeng beberapa investor. Pemkot tidak ingin investor murni yang mengurusi. Menurut Eny, kalau investor murni, maka Pemkot dan warga yang terlibat dalam pengelolaan tidak bisa ikut cawe-cawe.  

“Nanti sharing dan kami verifikasi beberapa investor itu,” ungkapnya.

Rencana Desa Punten dan Gunungsari menjadi desa wisata percontohan mendapat sambutan positif dari Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunungsari Makmur, Sayadi Wibowo. Menurutnya, pengembangan desa wisata di tempatnya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama mengentaskan pengangguran.

“Tujuan desa wisata tidak lain untuk menyejahterakan serta meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Sudah waktunya, masyarakat dilibatkan,” kata Sayadi.

Saat ini, Pokdarwis Gumur yang menjual wisata petik mawar sudah dikunjungi banyak wisatawan dari berbagai daerah, bahkan wisatawan asing dari Belanda maupun Jerman tidak lama ini juga menikmati wisata bunga ini. Pokdarwis Gumur juga akan membuat fasilitas mandi bunga dan kolam pemancingan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved