Kafan dan Tulangpun Tercerabut
Ada puluhan kuburan yang ikut rusak karena akar pohon itu meninggalkan lubang dengan ukuran lebar 5 meter dengan kedalaman sekitar dua meter
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Wahjoe Harjanto
Tulang belulang dan kain kafan itu masih terlihat jelas menempel di akar serabut pohon. Namun sebagian tulang sudah ada yang dibersihkan ahli warisnya untuk dimakamkan kembali. Di dalam batang akar sendiri diperkirakan masih banyak tulang belulang yang tersangkut.
"Ada puluhan kuburan yang ikut rusak karena akar pohon itu meninggalkan lubang dengan ukuran lebar 5 meter dengan kedalaman sekitar dua meter," ujar Hanif, salah satu ahli waris yang kuburannya rusak, Jumat (26/4/2013).
Sesuai rencana, jika pemotongan batang pohon selesai, para ahli waris yang pemakamannya rusak akan memakamkan kembali tulang belulang dan kain kafan.
Sementara Rokip warga sekitar pemakaman menuturkan, robohnya pohon besar itu sempat mengakibatkan suara kretek-kretek bruak. Batang pohon kemudian menimpa tembok pemakaman hingga roboh dan ujung ranting pohon menimpa areal persawahan.
"Hujannya deras sekali disertai angin kencang sehingga banyak pohon yang roboh termasuk pohon besar ini," ujarnya.
Setelah hujan reda masyarakat mendatangi pemakaman yang sudah porak poranda karena akar pohon bulu yang tumbang juga membongkar puluhan makam di sekitarnya.
"Banyak warga yang terkejut di antara sela-sela akar pohon ada kerangka, tengkorak dan kain kafan," ujarnya.
Seperti diberitakan pohon bulu yang merupakan pohon terbesar dan tertua di Kediri yang berada di Dusun Joho, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri tumbang.