A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Surat Pengantar Desa Diburu Warga untuk Beli BBM - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Surya

Surat Pengantar Desa Diburu Warga untuk Beli BBM

Kamis, 25 April 2013 10:57 WIB
Surat Pengantar Desa Diburu Warga untuk Beli BBM
surya/didik mashudi
Warga Menunjukkan Surat Pengantar Beli BBM
SURYA Online, KEDIRI - Pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU kini semakin diperketat. Pembeli eceran tanpa membawa surat pengantar dari desa bakal ditolak petugas SPBU.

Akibatnya, kini banyak warga yang mencari surat pengantar dari desa. Jika dulu surat pengantar hanya untuk penjual BBM eceran, sekarang mulai pemilik selepan, hand traktor dan gergaji banyak yang mencari surat pengantar.

Pengetatan pembelian BBM menyusul semakin langkanya masyarakat mendapatkan solar di SPBU.

"Sekarang kalau tidak membawa surat pengantar tidak akan dilayani," ungkap Nurwakit, salah satu pembeli BBM eceran kepada Surya Online, Kamis (25/4/2013).

Diungkapkan Nurwakit, selain harus menunjukkan surat pengantar, pembelian BBM juga dibatasi.

"Tidak hanya solar yang dibatasi, beli bensin juga dijatah maksimal Rp 150.000," jelasnya.

Salah seorang petugas SPBU membenarkan semakin ketatnya pembelian BBM untuk para pengecer.

"Sebenarnya prosedur itu sudah lama dilakukan, karena sekarang ada kelangkaan solar kami semakin memperketat," ujarnya.

Jatah kiriman solar sendiri sejak awal April lalu terjadi pengurangan hingga 50 persen. Sehingga stok yang tersedia cepat habis.
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
553711 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas