Sabtu, 20 Desember 2014
Surya

Dinkes Tuban: Siswa Keracunan Cilok yang Belum Matang

Selasa, 23 April 2013 09:06 WIB

SURYA Online, TUBAN - Misteri penyebab 19 siswa keracunan usai memakan cilok pada akhir Maret lalu akhirnya terkuak. Siswa Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak itu ternyata keracunan karena memakan cilok yang belum matang.

Hal ini disimpulkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban berdasarkan hasil lab Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya. Dalam hasil  itu disebutkan ada virus dan bakteri yang terkandung dalam cilok,  sambal dan saos cilok.

Menurut Saiful Hadi, Kepala Dinkes Kabupaten Tuban, penyebab munculnya virus dan bakteri itu disebabkan banyak faktor. Diantaranya, karena memasak yang kurang bersih dan memasak yang kurang matang.

"Faktor ini yang kemudian memunculkan virus sampai akhirnya para siswa itu keracunan," terang Saiful Hadi, Selasa (23/4/2013) pagi.

Saiful menghimbau para pedagang makanan agar lebih memerhatikan tempat dan hasil masakan mereka, sebab kasus seperti ini bisa saja terulang kembali.

Seperti diberita sebelumnya, 19 anak-anak di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban harus dirawat di puskesmas Plumpang, 27 Maret silam. Mereka dirawat karena keracunan usai memakan jajanan cilok di sekolahannya.

Ke 19 anak ini adalah Falen (6), Vio (4), Sisela (9), Vidia (10), Krisna (10), Ayu (11), Anggun (6), Fahmi (8), Latifa (9), Dini (7), Nancy (4), Riris (7), Arum Sayekti (8), Refan (6), Vera (8), Rohana (9), Lyli (4), Zaskia (9) dan Adib (9). Mereka ini adalah siswa siswi TK Kuncup Bersemi dan SD Negeri 1 Kesamben.

Gejala keracunan yang dialami para siswa adalah mual, muntah, serta tubuh mereka lemas. Saat menjalani perawatan para siswa ini sempat menjalani rawat inap selama satu hingga dua hari.
Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Heru Pramono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas