Surya/

Tergoda si Manis India

Lembut, lumer, dan creamy, hmmmmm si manis India ini benar-benar membuat siapa saja jatuh cinta.

Tergoda si Manis India
Aneessia

Oleh : Aneessia  
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 
anezia@rocketmail.com 



JIKA Anda berkunjung ke Kalimantan Selatan, pastikan Anda tidak sekadar menikmati keindahan alam bumi Banjar ini. Namun juga pastikan Anda mencicipi keragaman kuliner khas Kalimantan Selatan, mulai dari ikan asin, sale pisang, kerupuk amplang hingga pernik asli daerah seperti aksesori permata, gantungan kunci, dan batik Kalimantan. Masih ada buah tangan khas Banjar yang selalu dikejar para pendatang, yakni si manis India.

Ya, lapis India tepatnya. Kuliner khas Banjar ini memang benar-benar manis. Berlapis-lapis paduan warna putih diselingi warna cokelat, sekilas memang mirip dengan kue lapis yang juga banyak dijumpai di hampir semua kota di Indonesia. Namun, si manis lapis India khas Banjar ini bertekstur lebih lembut, terasa lumer di mulut, bercitarasa manis legit dengan rasa creamy sebagai pembedanya. 

Memang sedikit lebih mahal dibanding kue lainnya. Tetapi tak ada salahnya ketika rasa yang disajikan benar-benar menggugah selera dan terbayar dengan rasa puas. Sepotong lapis India ukuran 5cm x 15cm ini dibanderol Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Lapis India ini mudah ditemukan di pasar kue atau biasa disebut pasar wadai. Bila bulan puasa tiba, pasar wadai berubah sangat ramai karena serbuan pengunjung yang mencari si manis lapis India karena dialah sang primadona.

Namun, bila Anda pelesir ke Banjar di luar bulan puasa, jangan khawatir, karena si manis lapis India ini tetap bisa ditemukan, meski tidak sebanyak disajikan saat bulan puasa tiba. Sekadar mengingatkan, kue lapis India tidak bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama karena memang tidak dipakai bahan pengawet. Sebaiknya sehari setelah dibeli, lapis India harus habis disantap. Karena kue lapis India ini menggunakan bahan alami dan santan yang sangat mudah sekali cepat basi. 

Jika ingin membawanya sebagai buah tangan, sebaiknya Anda membelinya menjelang pulang ke kota tujuan. Dan yang pasti, Anda harus pulang dengan menggunakan transportasi udara. Selamat mencoba. 




Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help