A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Dugaan Korupsi Dana Perjalanan Dinas DPRD Disidik - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Surya

Dugaan Korupsi Dana Perjalanan Dinas DPRD Disidik

Kamis, 18 April 2013 17:45 WIB
SURYA Online, LAMONGAN – Kejaksaan Negeri Lamongan mengusut dugaan korupsi dana kelebihan perjalanan dinas  2011 dan 2012  sebesar Rp 1, 2 miliar kini statusnya ditingatkan ke penyidikan. Tiga nama di lingkungan DPRD disebut –sebut bakal terseret dalam pusaran penggunanaan uang haram ini.

Peningkatan status ke penyedikian itu setelah tim penyidik di Kejaksaan melakukan pemeriksaan terhadap puluhan anggota DPRD hingga unsur pimpinan dewan dan bagian Setwan, termasuk Sekwan Abdul Munir.

Plh Kasi Pidsus, Marthin R.J.P kepada Surya.co,id Kamis (18/4/2013) siang memastikan penyelidikan dugaan korupsi dana perjalanan dinas tingkatkan ke penyedikan.

Peningkatan status ke penyedikian itu bukan tanpa alasan, tapi karena sudah cukup kuat alat bukti dan saksi.”Status penyidikan itu tidak harus ada tersangakanya. Tapi Kejaksaan bisa melakukan penggeledahan  dan upaya paksa untuk kepentingan penyidikan terkait kasus yang dimaksud,”ungkapnya.

Jadi penyidikan itu sangat dimungkinkan untuk mendapatkan bukti dengan cara penggeledahan atau upaya paksa lainnya untuk digali dan dipelajari  lebih mendalam.

Selain itu, penyidikan ini juga belum menentukan calon tersangka, atau mengarah ke siapa nama tersangkanya. “Kemungkinan kalau penyidikannya sudah berjalan satu sampai dua minggu akan diketahui siapa tersangkanya,” katanya.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puluhan anggota dewan dan staf Setwan memang  ada bukti awal adanya pemborosan uang  Negara, tapi apakah itu termasuk kerugian Negara atau tidak,  masih dalam proses penyidikan kedepan.

Mestinya, Kamis hari ini  sudah dimulai penyidikan dengan memanggil dua Ketua Komisi, yakni Ketua Komisi A Jimmy Haryanto dan Ketua Komisi B Nipbianto. Tapi karena keduanya hari ini masih ada Kunker sehingga tidak bisa memenuhi panggilan Kejaksaan.

Tidak hanya Ketua Komisi A dan B, tapi Ketua Komisi C dan D juga akan dijadwal ulang dan tinggal menyesuaikan jadwal setelah anggota DPRD pulang dari kunjungan kerja. Marthin tidak berani memastikan munculnya asumsi tiga nama yang disebut-sebut  menjadi calon tersangka oleh beberapa pihak.’’Belum, belum ada calon tersangkanya atau mengarah ke siapa juga belum ada,” tandasnya.

Sementara itu sumber Surya menyebutkan, tiga nama yang santer disebut bisa saja menjadi tersangka jika mereka tidak mau mengakui. Tapi ada bisa jadi tersangkanya berjamaan kalau ketiga orang ini mau memberikan keterangan dan bukti yang sebenarnya.”Kalau tidak, ya tiga orang ini yang menganggung dan menjadi tersangka,”ungkap sumber di Kejaksaan yang enggan disebut namanya.
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
545321 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas