A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

281 Bidan PTT Resahkan Nasib Mereka - Surya
Sabtu, 29 November 2014
Surya

281 Bidan PTT Resahkan Nasib Mereka

Senin, 15 April 2013 18:21 WIB

281 Bidan PTT Resahkan Nasib Mereka
surya/sylvianita w
Bidan PTT di Kabupaten Malang datang ke kantor Dinkes Kabupaten Malang di Kepanjen yang galau masa depan mereka pascakeluarnya Permenkes No 7/2013, Senin (15/4/2013).
SURYA Online, MALANG-Sebanyak 281 bidan PTT yang bertugas di Kabupaten Malang meresahkan nasib mereka pasca keluarnya Permenkes No 7/2013 tentang pedoman pengangkatan dan penempatan dokter/dokter gigi dan bidan sebagai PTT.

Permenkes ini masih dalam proses pengundangan di Kementrian Hukum dan HAM. Keluarnya permenkes  mengancam status kepegawaian mereka di tempat tugasnya sekarang, yaitu tidak diperpanjang lagi kontrak mereka oleh pemerintah.

Karena itu, pada Senin (15/4/2013), sekitar 100 bidan PTT mereka mendatangi Dinkes Kabupaten Malang di Kepanjen.  Bidan PTT yang datang itu ada yang suadh menjalani satu dan dua kali kontrak. Setiap kali kontrak, masa kerjanya tiga tahun.

“Kami datang ke dinkes ini bukan demo. Namun hanya mempertanyakan nasib kami,” jelas Lia Erika, bidan yang bertugas di Puskesmas Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang kepada Surya Online, Senin (15/4/2013).

Ia bersama sejumlah rekan bidan lainnya duduk-duduk di halaman dinkes saat sejumlah perwakilan dari mereka diterima oleh Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang, dr Hadi Puspita di ruang kerjanya.  Lia sudah menjalani satu kali pengangkatan dan satu kali perpanjangan. Ia mulai menjadi bidan PTT sejak 2008. Ia bersama teman-temannya yang lain berharap ada perhatian dari pemerintah.

Menurutnya, bidan PTT jumlahnya sedikit sehingga minoritas dibanding jumlah bidan PNS. Namun mayoritas mereka menjadi ujung tombak sebagai bidan desa. Gaji bidan/dokter PTT dibiayai oleh APBN.  Sementara Yuyun Anitawati, bidan di Desa/Kecamatan Pagelaran berharap dari klarifikasi para bidan PTT ke dinkes bisa mendapat kepastian akan masa depan mereka.

“Setidaknya bisa diperpanjang lagi,” harap Yuyun, bidan alumnus Akbid Griya Husada Surabaya ini. Sebelum-sebelumnya, para bidan PTT bahkan sudah banyak yang diangkat sebagai PNS setelah menjalani masa tugas 8-10 tahun. 

Menurut mereka, sebelum mendatangi dinkes, pelayanan kesehatan ke masyarakat, seperti posyandu sudah dilakukan sampai pukul 10.00 WIB.
Setelah itu baru berangkat ke kantor dinkes. Gaji bidan PTT sebesar Rp 1,7 juta per bulan sebelum dipotong pajak.
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Satwika Rumeksa

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas