Siaga III, Bupati Lamongan Blusukan di Lokasi Banjir

Siaga III, Bupati Lamongan Blusukan di Lokasi Banjir

Akibat luapan air Bengawan Solo, Lamongan statusnya dinyatakan
siaga III. Saat ini Babat ketinggian air 8.40 pheischal, siaga III, Pelangwot  5, 96 pheischal siaga III, Karanggeneng 4, 42 pheischal siaga III, Kuro luar 2,8 pheischal status siaga II dan Kuro Dalam 0,30 pheischal.

Sembilan desa di Kecamatan Laren terendam, terdiri atas rumah 613 terenda. Babat 544 rumah terdapat di tiga desa.

Menurut Bupati Fadeli yang Rabu (10/4) siang tadi meninjau lokasi banjir di Desa Truni,  diperkirakan banjir di Lamongan tidak akan meluar lantaran kondisi permukaan air di kawasan hulu.

 Karangnongko cenderung turun termasuk, Bojonegoro yang  tinggal 15, 23 pheischal.

Karangnongko dan Bojonegoro menjadi barometer Lamongan akan dampak tingginya air di Bengawan Solo.

”Kalau Karangnongko dan Bojonegoro sudah surut, berarti Lamongan tidak banyak menerima dampak aliran air bengawan Solo,”kata Fadeli.

Apalagi Lamongan terselamatkan dengan adanya sidatan dari Pelangwot Laren  hingga Sedayulawas Brondong sepanjang 15 km yang mampu memecah volume air di Bengawan Solo.

“Alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir ini sejak ada sidatan, Lamongan boleh dibilang bebas banjir,”katanya.

Menyinggung soal tanggul sepanjang aliran Bengawan Solo di wilayah Lamongan, sebagian besar aman dan sudah teratasi penanganannya. Meski begiti kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.

Fadeli meminta warga tidak perlu panik dengan kondisi air Bengawan Solo. Pemerintah daerah selalu memberikan jaminan kepada masyarakat Lamongan akan keselamatannya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved