Program Comdev Unej Raih Predika Terbaik IMA 2012
Program Comdev Unej Raih Predika Terbaik IMA 2012
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
Universitas Jember (Unej) menjadi pemenang Indonesia MDGs Award (IMA)
2012 yang diumumkan akhir Maret lalu di Bali. Program Comdev Unej
meraih penghargaan terbaik untuk kategori peserta Organisasi Pemuda
kategori Pendidikan. Comdev Unej membina petani kopi di Desa Sidomulyo
Kecamatan Silo, Jember.
Menurut Rektor Unej, M Hasan anugerah IMA 2012 itu menjadi pengakuan
bahwa Universitas Jember mampu memberikan kontribusi nyata bagi
masyarakat, khususnya yang ada di sekitar Jember. “Ini sebagai bukti
kalau penelitian tidak hanya sebatas berbentu jurnal saja, tetapi bisa
masuk dalam tataran implementasi yang memberikan kontribusi nyata bagi
masyarakat," ujar Hasan, Rabu (3/4/2013).
Hasan menerima hadiah untuk anugrah IMA 2012 yang disampaikan oleh
Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim dalam pengumuman Anugrah
IMA 2012 di Bali, 26 Maret lalu.
Tim comdev Unej tidak menyangka akan mendapatkan predikat terbaik.
Sebab program yang diusung oleh para nominator lainnya semuanya bagus.
Beberapa program bahkan mendapatkan sokongan dana yang cukup besar
dari beberapa perusahaan multinasional. Sementara pembinaan Comdev
Unej kepada petani kopi di pinggir hutan Gunung Gumitir Jember itu
hanya disokong oleh sejumlah instansi di Jember dan beberapa
perusahaan nasional.
Keikutsertaan program comdev Universitas Jember dalam Indoensian MDGS
Award sudah dirintis semenjak beberapa tahun lalu, namun baru
diikutsertakan untuk penilaian tahun 2013. Kegiatan IMA
menitikberatkan pada program yang sudah mempunyai dampak nyata
terhadap masyarakat.
Program comdev Universitas Jember untuk para petani Desa Sido Mulyo
Kecamatan Silo di mulai tahun 2008. Berawal dari keprihatinan saat
mengetahui kondisi para petani kopi yang terjerat ijon. Akhirnya
Universitas Jember melalui melalui satuan tugas I-MHERE (Indonesia -
Managing Higher Education for Relevance and Efficiency) turun tangan
membina para petani kopi.
Program comdev ini melibatkan Fakultas Pertanian dan Fakultas
Teknologi Pertanian sebagai pembina. Fakultas Pertanian melalui
Jurusan Agribisnis membantu para petani kopi di Desa Sidomulyo dalam
bidang pemasaran, pembentukan koperasi serta peningkatan kemampuan
manajerial para petani. Sementara Fakultas Teknologi Pertanian melalui
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan Teknik Pertanian memberikan
teknologi pemrosesan kopi beserta alat-alatnya.
"Aktivitas lain juga menerjunkan mahasiswa yang KKN melakukan
penelitian, pengenalan sistem kopi olah semi-basah juga pembangunan
networking dan membantu petani mendirikan Koperasi Buah Ketakasi di
tahun 2009," ujar Koordinator Comdev Djoko Soejono.
Hasil comdev Universitas Jember ternyata menunjukkan hasil nyata.
Indikatornya antara lain semula petani menjual kopi secara gelondongan
kini mereka mengolah sendiri sampai menjadi kopi bubuk. Dari data
Koperasi Buah Ketakasi, tahun 2012 ada 320 ton kopi yang diolah dan
280 ton di antaranya untuk memenuhi pasar ekspor. Koperasi Buah
Ketakasi kini juga mengelola simpanan wajib lebih dari Rp 147 juta.
Indikator lain adalah makin meningkatnya kesejahteraan para petani
kopi Desa Sidomulyo. Hal ini terlihat dari makin berkurangnya penerima
jatah beras miskin (raskin). Tahun 2008 tercatat ada 1.043 kepala
keluarga (KK) menerima Raskin, namun di tahun 2010 berkurang menjadi
991 KK. Sementara pada tahun 2012, tinggal 709 KK saja yang masih
menerima jatah raskin.
“Jumlah anak yang kuliah juga bertambah. Jika di tahun 2010 ada 15
orang yang masuk ke perguruan tinggi, di tahun 2012 bertambah jadi 25
orang,” ujar Suwarno, Ketua Koperasi Buah Ketakasi Desa Sidomulyo.
Ke depan, rencananya comdev Universitas Jember akan mengembangkan Desa
Sidomulyo sebagai 'Desa Wisata'. Desa Sidmulyo memiliki potensi di
bidang pertanian, perkebunan dan peternakan. Perkebunan yang sudah
digarap Comdev Unej adalah kopi. Sementara desa itu, juga mempunyai
potensi hasil perkebunan yang tidak kalah potensial yakni buah apokat.
Peternakan yang juga banyak ditemukan di desa itu adalah peternakan
kambing ettawa dan ayam potong. Peternakan itu dibuat terintegrasi
dengan kebun. Kandang dibangun di pinggir kebun kopi sehingga
kotorannya bisa dijadikan pupuk. Keberhasilan petani kopi Desa
Sidomulyo ini juga menarik petani kopi di Kecamatan Panti untuk
belajar pada petani kopi di Desa Sidomulyo.