• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Surya

Ngadem di Masjid Perut Bumi

Jumat, 29 Maret 2013 19:56 WIB
Ngadem di Masjid Perut Bumi
Lailiyarus Sa'diyah

Oleh : Lailiyatus Sa'diyah  
Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
Lailiyatus_Sadiyah@yahoo.com 



ADA keunikan lain yang di Dusun Losari, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ketika kami berada di sana, yakni rumah ibadah yang tersimpan di perut bumi. Tak seperti masjid pada umumnya yang terletak dipermukaan tanah. Sehingga jika sekilas dilihat dari atas hanya tampak gapura saja. Namun siapa sangka di dalamnya terdapat bangunan megah yang digunakan sebagai tempat ibadah. Di bawah bangunan Masjid Agung Wisnu Manunggal itu terdapat tempat ibadah atau dikenal dengan Goa Muhammad, berupa tempat ibadah yang berfungsi sama seperti masjid. 

Sebelum masuk lokasi masjid bawah tanah, pengunjung harus melewati gapura yang berdiri di sisi timur bangunan induk. Di sinilah terdapat lorong atau goa yang hanya bisa dilewati satu orang dengan jalan menurun sejauh tujuh meter. Lorong ini digunakan sebagai media perenungan diri, salat lima waktu, dzikir dan iztighozah. Dinding goa dan lorong sama sekali tak ada cor beton dari adukan semen. Bangunannya hanya mengandalkan tanah pasir. Di setiap pintu gerbang, termasuk pintu lorong menuju masjid bawah tanah ini kerap saya temui tulisan Jawa dan huruf Arab. Semua lorong yang ada menuju ruang utama masjid dalam tanah. 

Di dalam masjid terdapat tujuh sumur, dua sendang (mata air), dan lima mushola. Setelah melalui lorong berkelok, baru kemudian memasuki ruangan utama masjid bawah tanah yang terdiri atas tujuh pintu. Tujuh pintu atau lorong ini digunakan sebagai baris salat. Setiap pintu mampu menampung tujuh orang.  
Bangunan masjid yang berada di atas lorong terdiri atas dua lantai yang unik. Terdapat tempat wudhu terbuat dari ban bekas yang ditumpuk bertuliskan huruf Arab. Bagi pengunjung yang datang dan bersembahyang di dalam masjid ini akan menemukan kedamaian hati. Silakan Anda berwisata rohani.






Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas