A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Jembatan Ponorogo - Pacitan Terancam Putus - Surya
Kamis, 27 November 2014
Surya

Jembatan Ponorogo - Pacitan Terancam Putus

Jumat, 22 Maret 2013 15:15 WIB

Jembatan Ponorogo - Pacitan Terancam Putus
Surya/Sudarmawan
AMBROL - Cek Dam Sungai Mlapar, di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo ambrol sehingga mengancam jembatan yang menghubungkan Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Pacitan.
SURYA Online, PONOROGO - Jembatang Sungai Mlapar di Desa Caluk Kecamatan Slanhung Kabupaten Ponorogo terancam putus, menyusul ambrolnya cekdam di kaki jembatan yang menghubungkan antara Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Pacitan tersebut.

Ambrolnya cekdam tersebut, disebabkan derasnya arus sungai setelah wilayah Slahung diguyur hujan selama beberapa jam. Bangunan cekdam  tersebut memiliki ketinggian tanggul 8 meter, panjang 20 meter dan tebal 4 meter. Ketika terjadi hujan deras, cekdam yang hanya berjarak 100 meter dari jembatan ambrol. Selain mengancam putusnya jembatan, ambrolnya cekdam tersebut juga mengancam rumah warga yang berada di seberang bagian timur sungai itu.

Suwanto (45) warga RT 2, RW 1, Dusun Krajan, Desa Caluk, yang rumahnya dekat cekdam tersebut mengatakan, ambrolnya bangunan itu mengakibatkan sayap cek dam yang sisi timur juga ambrol. Kondisi itu membahayakan bangunan rumahnya yang hanya berjarak sekitar 2 meter dari rumahnya. "Kalau cekdam tidak segera diperbaiki, selain mengancam terputusnya jembatan, juga mengancam rumah saya yang letaknya hanya dua meter dari bibir sungai," terangnya, Jumat (22/3/2013).

Camat Slahung, Bambang Nurcahyo menegaskan sudah melaporkan secara tertulis ambrolnya bangunan itu ke bupati dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Ponorogo. Pihaknya juga membuat laporan yang sama ke Balai Bengawan DAS Solo, lantaran Dam Mlapar merupakan wilayah kerja dan kewenangan Balai Bengawan DAS Solo.

"Sejak cekdam itu ambrol, pemerintah desa dan kecamatan sudah melaporkan ke bupati dan BPBD serta sebagai penguat kami kirim surat ke DAS Solo karena kewenangan Dam Mlapar di Balai Bengawan DAS Solo. Pihak DAS Solo sudah ke lapangan, tetapi belum beri kepastian kapan diperbaiki," katanya.
Penulis: Sudarmawan
Editor: Adi Agus Santoso

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas