A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sekda Magetan Ingatkan PNS Tidak Berpihak - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Surya

Sekda Magetan Ingatkan PNS Tidak Berpihak

Rabu, 20 Maret 2013 15:03 WIB
SURYA Online, MAGETAN- Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Magetan Abdul Aziz memperingatkan kepada pegawai negeri sipil (PNS) di jajarannya agar tidak berpihak kepada salah satu calon pasangan bupati dan wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) yang saat ini sudah memasuki babak tahapan itu.

"PNS harus netral, jangan ikut-ikutan kampanye. Karena semua ada aturan dan sanksinya,"kata Sekdakab Abdul Aziz kepada Surya.

Menurut Abdul Aziz, sampai sekarang pihaknya belum menerima laporan secara resmi terkait adanya PNS yang berpihak dan ikut kampanye salah satu pasangan calon bupati (Cabup) itu.

"Kalau ada laporan resmi PNS kampanye atau mempengaruhi orang lain agar memilih salah satu pasangan, akan kita tindak. Semua nanti teknisnya yang mengatur Inspektorat kabupaten,"jelasnya.

Pernyataan Sekdakab ini lantaran banyaknya suara masuk terkait banyaknya PNS yang mengikuti kampanye salah satu pasangan cabup secara terang-terangan. Yang lebih memprihatinkan, PNS itu ikut kampanye dengan menggunakan fasilitas jabatan, seperti menggunakan mobil dinas dan untuk mengelabui, mobil dinas itu diganti plat nopol pribadi (dasar hitam).

Hal ini sudah bukan rahasia umum lagi, namun sejauh ini dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan seakan menutup mata dan pura-pura tidak tahu. Padahal di Undang-undang Pemda, disebukan larangan dan sanksi bagi mereka yang melanggar ketentuan PNS itu. Bahkan dalam undang-undang Pemda itu pasangan calon bisa gugur bila tak mentaati ketentuan ini.

"Tapi alhamdulillah, sampai hari ini, belum ada laporan resmi kepada kami (Pemkab Magetan) adanya PNS yang menjadi tim sukses atau tidak berpihak kepada salah satu calon,"jelasnya mengulang keterangan sebelumnya.

Ia katakan, belum ditemukankannya PNS yang melanggar dalam Pilkada, berarti tingkat intelijensi dan kematangan sebagai aparatur pemerintah sangat baik. Dengan itu berarti PNS menyadari posisinya. Karena kalau sampai melibatkan diri, bukan saja SDM PNS dan kematangan diri dipertanyakan, tapi juga resiko sanksi ringan sampai pemecatan akan diterima.

"Syukur sampai sekarang belum ada PNS yang ikut-ikutan calon Pilkada. Apakah sebagai tim sukses, atau penyebar opini."

Meski begitu Aziz menambahkan, PNS tidak boleh mendukung salah satu pasangan cabup, tpi datang diacara kampanye tidak ada larangan. "Jadi jangan salah. Kalau terlibat kampnye memang tidak dibolehkan, tapi mendatangi kampanye itu boleh," kata.


  
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas