A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Mengintip Latihan Grup Campursari Tirto Gumelar Kobangdikal - Surya
Kamis, 27 November 2014
Surya

Mengintip Latihan Grup Campursari Tirto Gumelar Kobangdikal

Minggu, 17 Maret 2013 18:15 WIB

Mengintip Latihan Grup Campursari Tirto Gumelar Kobangdikal
surya/sri handi lestari
Grup Campursari Tirto Gumilar, Kobangdikal saat latihan untuk tampil di HUT Dharma Pertiwi bulan April mendatang di Mabes TNI Jakarta dan mendapat kunjungan dari istri Kasal Penny Marsetio sekaligus Ketua Umum Jalasenastri, Jumat (15/3/2013) lalu.
SURYA Online, SURABAYA-Baru aktif lagi di awal tahun 2013, grup campursari “Tirto Gumelar” yang dijalankan oleh para prajurit Korps Wanita TNI AL (Kowal) di lingkungan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), ternyata sudah tampil dan akan tampil di berbagai event. Tak hanya di lingkungan Kobangdikal ataupun lembaga dibawah TNI AL, mereka juga bersiap tampil di Jakarta dan acara mantu Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal).

Alunan musik khas Campusari terdengar dari Gedung Moeljadi, Kesatrian Bumimoro, Kobandikal, Jumat (15/3/2013) sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka tidak tampil seperti biasanya. Para Kowal tampil dengan seragam training olahraga warna gelap dan kaos lengan panjang pink kombinasi abu-abu.

Hanya satu yang tampil dengan kebaya dan jarit plus dandanan yang nyetrik mirip tokoh Jeng Kelin. Tapi rambutnya disanggul sederhana.

Bersama tiga anggota kowal yang berselendang di pinggang, dia menari mengikuti alunan lagu yang dinyanyikan rekan kowal lainnya.

Di belakang mereka, terlihat para pemain musik, seperti gedang, slendro, kenong, bonang, dan sejenisnya. Selain para Kowal, terlihat para pria pemain musik yang tampil dengan kostum hitam-hitam ala tokoh Madura, Sakera. Lengkap dengan udeng, hiasan kepala khas Suroboyoan.

Usai menampilkan lagu, salah seorang pria berseragam doreng, tampak mendekat. “Ayo evaluasi. Dalam lagu tadi ada yang salah. Siapa yang tahu salahnya?”, kata pria itu kepada para rombongan. Salah satu peserta menyahut dan kemudian mereka sepakat untuk memperbaikinya.

Sosok pria berseragam doreng itu ternyata adalah Letnan (Mar) Ludi Prastyono, sebagai Komandan Detasemen Markas Kobangdikal sekaligus pelatih dan koordinator group campursari. “Ini merupakan grup campursari Tirto Gumelar Kobangdikal. Bari akhir tahun 2012 jelang awal tahun 2013. Dulunya sudah ada tapi pasang surut dan baru aktif dengan nama lagi diwaktu itu,” jelas Ludi di sela latihan.

Dalam latihan hari Jumat itu memang penampilan mereka berbeda. Hal ini tak lepas dari kehadiran istri Kepala Staf Angkalan Laut (Kasal) Ny Penny Marsetio yang juga sebagai Ketua Umum Jalasenastri TNI AL serta ibu pelindung Kowal (Catra Ratnanggadi Jalakanya Sena).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Jalasenastri TNI AL ini, berkaitan dengan rencana ditampilkannya grup ini di peringatan puncak Hari Ulang Tahun Dharma Pertiwi (Organisasi Istri Prajurit TNI –Red) bulan April mendatang di Mabes TNI Jakarta.

“Kesempatan langka sekaligus suatu kehormatan, karena hal ini permintaan langsung dari Ketua Dharma Pertiwi Ny.Tetty Agus Suhartono,” jelas Penny Marsetio.

Kehadiran Penny didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Kobangdikal Ny Djoko Teguh Wahojo, Wakil Ketua Gabungan Jalasenastri Kobangdikal Ny. Sturman Panjaitan, Pengurus Gabungan Jalasenastri Kobangdikal, Perwira Tertua (Pater) Kowal Kobangdikal Kolonel Laut (KH/W) Gizela dan Koordinator kowal Wilayah Surabaya Kolonel Laut (K/W) Dr. Av Sri Suhardiningsih.

Sementara para aanggota Kowal yang tampil, antara lain Mayor (S/W) Esalina, Mayor (S/W) Eka Susanti, Mayor (K/W) Ana Maria, Mayor (K/W) Ririn dan Mayor (S/W) Khusnul Khotimah. Juga Lettu (K/W) Dewi, Serma rum/W Galuh, Serka bek/W Farah Agus P, Serda Apm/W Weni Dwi J, Serda Mus/W Yulanda KD.

Tiga bintara Kowal inilah yang tampil sebagai penari sekaligus penyinden. Sedangkan Serma rum/w Galuh adalah yang tampil ala jeng Kelin. “Saya bagian dagelannya. Memang tampil seperti ini. Anak saya sempat protes ‘ma, jangan tampil seperti orang gila’,” ungkapnya.

Selain dandananya yang beda, aksi Serma Galuh memang selalu mengundang tawa. Dia sering berjoget dengan memelototkan matanya. Atau menggoyangkan seluruh tubuhnya hingga bisa mengundang tawa.
Dalam latihan itu, ternyata Penny Marsetio menjadi tertarik. “Kok bagus sekali ya. Pasti akan mendapat sambutan saat tampil di HUT Dharma Pertiwi mendatang. Saya secara pribadi kok juga tertarik.

Pak Ludi, kira-kira bisa dong saya nanggap untuk tampil di pernikahan anak saya,” ungkap Penny.

Menurutnya, daripada harus menyewa di luar, kalau ternyata internal Kowal ada, mengapa tidak pakai yang punya sendiri saja. Rencananya, Kasal akan mantu putra pertamanya di bulan Mei mendatang. “Tolong dipersiapkan ya Pak Ludi. Nanti semua akomodasinya kami siapkan juga,” tandas Penny Marsetio.

Mendengar adanya rencana tanggapan itu, para kowal anggota grup campursari saling senyum dan tertawa. “Kita akan keliling lagi. Asyik ya. Tidak hanya di Surabaya,” ungkap Serma Galuh.

Selama 2013, group ini telah tampil di berbagai event, diantaranya di intern Kobangdikal seperti Hardikal, Sertijab dan Wisuda. Juga eksternal seperti di HUT Armada dan HUT Kowal di Jakarta Januari lalu
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Satwika Rumeksa

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas