A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Properti Dongkrak Penjualan Sektor Furnitur - Surya
Jumat, 28 November 2014
Surya

Properti Dongkrak Penjualan Sektor Furnitur

Kamis, 14 Maret 2013 19:44 WIB

SURYA, SURABAYA - Pertumbuhan dunia properti mendongkrak permintaan di sektor furnitur. Peluang ini ditangkap PT Surabaya Panel Lestari, produsen home furniture dan office furniture, untuk mengembangkan usahanya.

PT Surabaya Panel Lestari memiliki dua pabrik, di Gresik dan di Bogor. Pabrik di Gresik berada di kawasan Kebomas.

"Pabrik yang berada di Bogor untuk memenuhi kebutuhan furniture di Indonesia Barat dan di Gresik untuk meng-cover Indonesia Timur" kata Direktur PT Surabaya Panel Lestari, Vincensius Awey, Kamis (14/3/2013).

PT Surabaya Panel Lestari memproduksi home furniture bermerek, Solid yang dikhususkan pasar middel low. Merek Olympic menyasar kelas middel, sedang merek Silent menyasar kelas middel up dan merek Frontline khusus  kebutuhan furnitur perkantoran.

Pabrik di Gresik memiliki luas 14 ribu hektare dan mampu memproduksi 50 ribu unit per bulan.

Furnitur produksi PT Surabaya Panel Lestari sebagian besar menggunakan kayu olahan dan bahan bakunya sebagian besar didatangkan dari Kalimantan.

"Furnitur saat ini bukan sekedar kebutuhan, namun sebagian besar konsumen mengutamakan model furnitur yang modis," ujar Vincensius Awey, Kamis (14/3/2013).

Tak hanya home funtinuter, office furniture pun kini dituntut lebih dinamis.

Sedang guna memenuhi kebutuhan Frontline, saat ini 90 persen diimpor dari China dan sisanya diproduksi PT Surabaya Panel Lestari.

"Impor terpaksa dilakukan karena biaya produksi terlalu tinggi,sehingga tak sesuai harga jual," Product Manager Frontline, Hotman Nainggolan.

Saat ini Frontline memiliki dua gerai di Surabaya dan Samarinda. "Kalau tidak ada halangan, Mei gerai Frontline di Balikpapan akan di-launching dan tahun ini juga menyusul Frontline di Makassar," tambahnya.
Penulis: Sugiharto
Editor: Parmin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas