Kamis, 30 Juli 2015

Dituding Asal Tangkap, BNNP Jatim Dilaporkan ke Presiden

Kamis, 14 Maret 2013 21:18

Alasannya, penangkapan terhadap ibu rumah tangga ini dianggap tidak prosedural dan tanpa dasar. Tak tanggung-tanggung, sudah dua kali ibu yang sedang hamil tiga bulan itu ditangkap tanpa dasar yang jelas oleh petugas BNNP Jatim.

”Tindakan sewenang-wenang BNNP Jatim ini bakal kita laporkan ke BNN Pusat dan Presiden,” ujar pengacara Siti Nurana, Muara Harianja, kepada Surya.co.id, Kamis (14/3/2013).

Diceritakan, penangkapan pertama terhadap Ana, panggilan Siti Nurana, dilakukan petugas BNNP Jatim pada 4 Februari 2013 lalu di rumahnya, di Babatan Pratama.

Saat itu, petugas BNN mengaku sedang mencari Joko Sudarno, suami Ana yang katanya sebagai bandar besar narkoba. Ketika datang, petugas tidak menemukan Joko karena sedang tidak di rumah. Kemudian, petugas menggeledah seisi rumah Joko.

”Dalam penggeledahan, petugas juga tidak menemukan narkoba seperti yang dituduhkan. Tapi anehnya, Ana dan anaknya yang berusia tujuh tahun dibawa oleh petugas BNN dengan tuduhan kasus narkotika serta pencucian uang. Kemudian Ana dititipkan ke Polda Jatim untuk ditahan di sana,” ungkap Muara.

Selain menangkap Ana, dari rumah tersebut petugas BNNP juga mengamankan sebuah mobil BMW jenis X3 bernopol L 500 RM, sebuah mobil Hyundai, sepeda motor Supra : 6029 WJ, dua rekening BCA berisi tabungan senilai Rp 6,9 miliar, dua buah sertifikat tanah, uang tunai Rp 3,5 juta, dua ponsel, sebuah blackberry, dan sebuah tablet Samsung Galaxy.

Tak terima dengan perlakuan ini, Ana melalui kuasa hukumnya kemudian mengajukan gugatan Pra-Peradilan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 25 Ferbruari 2013 lalu. Dan pada Rabu (13/3/2013), PN Surabaya mengabulkan permohonan Pra-Peradilan tersebut melalui surat bernomor : Pra No : 09/Pid.Praper/2013 PN Surabaya.

Halaman12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas