A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Putusan PTUN Tidak Sepenuhnya Untungkan UIN Maulana Malik Ibrahim - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Surya

Putusan PTUN Tidak Sepenuhnya Untungkan UIN Maulana Malik Ibrahim

Senin, 11 Maret 2013 16:45 WIB
SURYA Online, MALANG - Keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) yang menolak gugatan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim tidak sepenuhnya menguntungkan rektorat. Keputusan tersebut menegaskan peluang untuk melakukan gugatan ulang.

Menurut penggugat, Holilur Rohman, putusan PTUN menolak gugatan mahasiswa. Penolakan tersebut bukan berarti gugatannya kalah.

Pihaknya juga tidak akan memanfaatkan waktu 14 hari yang diberikan untuk melakukan perlawanan.

Putusan tersebut justru memberikan jalan untuk melakukan tuntutan uji materi melakui Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi. Namun, langkah tersebut juga tidak akan dilakukan.

“Gugatan tersebut sebagai peringatan terhadap pihak universitas dan Kementerian Agama, bahwa kami serius mempermasalahkan proses pemilihan rektor,” tegasnya, Senin (11/3/2013), saat ditemui di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Pos Malang, Jalan Lentjen Sutoyo Gang V/31 Kota Malang.

Berdasar putusan PTUN tersebut, gugatan memang tidak bisa dilakukan terhadap putusan senat universitas. Namun, jika nantinya sudah ada penetapan definitif maka pihaknya akan melakukan gugatan lagi ke PTUN.

“Kalau nanti Kementerian Agama menetapkan rektor definitif, membuka celah kepada kami untuk melakukan gugatan. Penetapan individu tersebut yang akan kaki gugat,” jelasnya.

Lanjut Rohman, sebagai tindak lanjut putusan PTUN pihaknya akan mengirim surat ke Kementerian Agama agar proses pemilihan rektor di UIN diulang.

Proses pemilihan harus diambil alih oleh Kementerian agama. Alasannya pemilihan tersebut melanggar Permenag nomor 45 tahun 2006 tentang tata cara pemilihan rektor, calon pembantu rektor, calon dekan dan calon pembantu dekan di lingkungan Institut Agama Islam Negeri dan Universitas Islam.

Sebelumnya senat universitas telah melakukan proses pemungutan suara pada 17 Desember 2012 silam. Hasilnya Prof Mujia Raharjo mendapatkan 19 suara, Dr Mufida mendapat dua suara, dan Prof Baharudin mendapatkan empat suara.

Tiga naman tersebut sudah diajukan ke Kementerian Agama, namun hingga kini belum ada penetapan secara definitif.

“Kalau sampai Kemterian Agama menetapkan rektor definitif berdasar peraturan senat (universitas), berarti Kementerian Agama melanggar aturan yang sudah ditetapkan sendiri,” ujarnya.
Penulis: David Yohanes
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
489632 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas