Jumat, 31 Juli 2015

Bakal Dilengkapi Mandi Bunga dan Kolam Renang Anak

Minggu, 3 Maret 2013 23:10

Di depan hamparan mawar seluas dua hektare itu terdapat ruang tunggu bagi pengunjung. Ruang itu dibangun dari bahan bambu. Jika siang tiba, maka, pengunjung akan merasakan hembusan angin semilir.  

Pokdarmis memberlakukan tiket masuk bagi tiap orang sebesar Rp 10.000 untuk petik mawar. Ketika masuk kawasan taman mawar itu, pengunjung akan dibekali dengan sarung tangan, sepatu bot, caping, serta gunting untuk metik.

Selain petik mawar, Pokdarwis juga menawarkan cara budidaya mawar. Untuk budidaya ini, pengunjung dikenai biaya Rp 20.000 per orang. Sedangkan untuk merangkai bunga, pengunjung dikenai Rp 25.000 per orang.

“Yang paling disukai pengunjung ya merangkai bunga. Mereka kami ajari dasar merangkai di media savanna atau oasis atau hand bucket,” ujar Agung Setiawan, guide wisata petik mawar, Jumat (1/3/2013).

Meskipun baru tujuh bulan, wisata petik mawar ini rupanya disenangi para wisatawan. Dari data Pokdarwis Gumur, rata-rata per pekan dikunjungi antara 100 hingga 150 orang. Mereka ada yang paketan atau individu.

Agung menyebutkan, pengunjung individu sebagian besar dari Malang Raya, sedangkan pengunjung paketan biasanya dari luar kota dan pulau. Ada yang dari Manado, Medan, Samarinda, Surabaya, Jakarta, Bali, dan Vietnam. Bahkan, wisata petik mawar ini juga menjadi tempat studi banding mahasiswa dari Amerika Serikat.

“Asyik kalau ada turis asing ke sini, tapi sayang, kami kesulitan bahasa Inggris. Kan ada dari mereka yang belum bisa bahasa Indonesia,” kata Agung.

Halaman12
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas