A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bakal Dilengkapi Mandi Bunga dan Kolam Renang Anak - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Surya

Bakal Dilengkapi Mandi Bunga dan Kolam Renang Anak

Minggu, 3 Maret 2013 23:10 WIB
SURYA Online, BATU - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunungsari Makmur (Gumur) Desa Gunungsari berhasil memikat para wisatawan dengan wisata petik mawar. Kemajuan Gumur sebagai desa wisata petik mawar bisa diblang cepat karena baru tujuh bulan ini beridiri

Di depan hamparan mawar seluas dua hektare itu terdapat ruang tunggu bagi pengunjung. Ruang itu dibangun dari bahan bambu. Jika siang tiba, maka, pengunjung akan merasakan hembusan angin semilir.  

Pokdarmis memberlakukan tiket masuk bagi tiap orang sebesar Rp 10.000 untuk petik mawar. Ketika masuk kawasan taman mawar itu, pengunjung akan dibekali dengan sarung tangan, sepatu bot, caping, serta gunting untuk metik.

Selain petik mawar, Pokdarwis juga menawarkan cara budidaya mawar. Untuk budidaya ini, pengunjung dikenai biaya Rp 20.000 per orang. Sedangkan untuk merangkai bunga, pengunjung dikenai Rp 25.000 per orang.

“Yang paling disukai pengunjung ya merangkai bunga. Mereka kami ajari dasar merangkai di media savanna atau oasis atau hand bucket,” ujar Agung Setiawan, guide wisata petik mawar, Jumat (1/3/2013).

Meskipun baru tujuh bulan, wisata petik mawar ini rupanya disenangi para wisatawan. Dari data Pokdarwis Gumur, rata-rata per pekan dikunjungi antara 100 hingga 150 orang. Mereka ada yang paketan atau individu.

Agung menyebutkan, pengunjung individu sebagian besar dari Malang Raya, sedangkan pengunjung paketan biasanya dari luar kota dan pulau. Ada yang dari Manado, Medan, Samarinda, Surabaya, Jakarta, Bali, dan Vietnam. Bahkan, wisata petik mawar ini juga menjadi tempat studi banding mahasiswa dari Amerika Serikat.

“Asyik kalau ada turis asing ke sini, tapi sayang, kami kesulitan bahasa Inggris. Kan ada dari mereka yang belum bisa bahasa Indonesia,” kata Agung.

Pertumbuhan pengunjung di wisata ini begitu cepat. Pokdarwis gumur pun menangkap peluang ini guna menambah fasilitas lain. Ketua Pokdarwis Gumur, Sayadi Wibowo akan membangun tempat mandi bunga layaknya SPA, kolam renang untuk anak-anak, tempat terapi bagi anak autis, dan gazebo .

Saat ini, Sayadi sedang mengkonsep dan memetakan wilayah yang cocok untuk bangunan berbagai fasilitas itu.  ia mencontohkan, untuk membangun ruang SPA dan kolam renang masing-masing akan menghabiskan dana sebesar Rp 250 juta hingga Rp 300 juta.

“Selain dari pendapatan kami juga kerjasama dengan Pemkot. Kemarin saya sudah member gambaran kepada Pemkot, sekarang masih dibuatkan landscape,” ujar Sayadi.

Wisata petik mawar didukung oleh letak wilayahnya yang relative tinggi dibandingkan kawasan alun-alun Kota Batu. Di sana, pengunjung bisa meliaht kehidupan sehari-hari orang desa. Gemericik air sungai akan membuat pikiran menjadi tenang. Di Desa Gunungsari, sebagian besar warganya adalah petani mawar.
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
479021 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas