A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Kadindik Lanjutkan Diklat Calon Kasek - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Surya

Kadindik Lanjutkan Diklat Calon Kasek

Kamis, 28 Februari 2013 21:20 WIB
SURYA Online, MALANG - Edi Suhartono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyatakan tetap meneruskan diklat, untuk calon kepala sekolah (kasek).

Dengan begitu, Dindik mengacuhkan maklumat PP Otoda Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, yang meminta pembatalan semua proses seleksi dan rekrutmen kasek dan mengulang semua prosesnya. PP Otoda mengeluarkan pernyataan karena menerima pengaduan dari masyarakat.

“Apa kewenangan PP Otoda FH UB meminta saya untuk menghentikannya?,” tanya Edi Suhartono di DPRD Kabupaten Malang di Kepanjen, Kamis (28/2/2013).

Menurutnya, yang ikut diklat sekitar 191 orang karena berasal dari jenjang mulai SD-SMK. Di dalamnya juga ada kasek, karena belum pernah ikut diklat. “Semakin banyak stoknya kan semakin baik. Sebab bisa saja ada kasek yang meninggal, ada yang dicopot karena mungkin ada kasus sehingga jadi guru lagi dll,” papar Edi.

Sementara dipilihnya UIN Malang dan Universitas Negeri Malang (UM), menurutnya, karena Pemkab Malang sudah menjalin kerjasama. Selain itu, dua lembaga itu juga dinilai kompeten di bidang pendidikan. “Yang memberi diklat guru besar lho,” jelasnya.

Soal biaya diklat, katanya lebih murah di dua lembaga itu dibandingkan jika mengikuti diklat calon kepala sekolah yang ada di Surakarta (Solo) yang mencapai Rp 8 juta lebih. Sedang di Malang hanya Rp 2 juta lebih.

Endi Kusaeri, Kepala Badan Diklat Kabupaten Malang menyatakan lembaganya memang masih belum mengurusi diklat calon kasek. “Memang harusnya seluruh diklat satu pintu, tapi ada SKPD yang masih menjalankan sendiri,” kata Endi.

Purnomo Anwar, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang menyatakan makin banyak calon yang didiklat juga tidak ada masalah. Sehingga ketika kasek dibutuhkan, maka sudah ada pilihannya. “Makin banyak pilihan, lebih bagus sehingga bisa memilih sesuai kebutuhan,” tandas Purnomo Anwar.
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Adi Agus Santoso
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
474831 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas