Kamis, 25 Desember 2014
Surya

Kamis, Soekamto Hadi Cs Sidang PK

Selasa, 19 Februari 2013 21:42 WIB

SURYA Online, SURABAYA - Terpidana kasus gratifikasi Japung senilai Rp 720 juta, Soekamto Hadi cs, telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Rencananya mereka menjalai sidang permulaan PK pada Kamis (21/2/2013).

PK ini ditempuh tiga terpidana gratifikasi, Sekkota, Soekamto Hadi, Mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolahan Keuangan, Purwito, serta Assiten II Sekkota Muhlas Udin, untuk melawan putusan Mahkamah Agung (MA).

Menurut Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Soedi Wibowo, telah menjadwalkan sidang PK, pada hari Kamis.

“Kami sudah mengirmkan surat pemberitahuan pada semua pihak, baik pemohon juga jaksa,” kata Soedi, Selasa (19/2/2013).

Soedi menjelaskan, dalam sidang ini pihak pemohon yakni Soekamto, Muchlas Udin, dan Purwito, diwajibkan hadir di persidangan.

Ini sesuai dengan surat edaran MA nomor 1 Tahun 2012, yang menyatakan bahwa, PK hanya bisa diajukan oleh pemohon sendiri, termasuk saat sidang mereka harus datang.

”Karena itu PK tidak bisa untuk orang yang berstatus buron, karena dipastikan mereka tidak bisa datang,” kata Soedi.

Dalam sidang permulaan PK nantinya, menurut Soedi, hakim sidang tidak berwenang menilai materi, namun hanya mengecek kelengkapan kelengkapan permohonan PK, apakah bisa diajukan ke MA atau tidak.

Soedi menambahkan, pihaknya juga telah mengirim surat pemberitahuan ke Kejaksaan Negeri (Kejari Surabaya).

Kasi Pidsus Nurcahyo Jungkung Madyo membenarkan pihaknya telah menerima surat tersebut. ”Benar kami sudah menerima memori PK,” kata Nurcahyo.

Menurut Nurcahyo, pihaknya telah menujuk enam jaksa yang akan terlibat dalam sidang PK tersebut.

Namun Nurcahyo enggan mengatakan, isi materi yang akan digunakan untuk menanggapi permohonan PK Soekamto cs.

Dengan sidang permulaan ini, kasus Soekamto memasuki tahap baru. Sebelumnya, Senin (18/2/2013), Soekamto cs tidak hadir di Kejari untuk memenuhi pemanggilan kedua. Karena itu, pihak Kejari akan melakukan pemanggilan ketiga.

Namun ditanya pemanggilan ketiga, Nurcahyo tidak bisa memastikan kapan surat pemanggilan ketiga akan dikirim.

”Kami akan mengirimkan pemanggilan ketiga, tapi saya tidak berkomentar dulu,” kata Nurcahyo.
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas