A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

SMPN Siman Kebanjiran, Proses Belajar Mengajar Molor - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Surya

SMPN Siman Kebanjiran, Proses Belajar Mengajar Molor

Jumat, 15 Februari 2013 17:49 WIB
SMPN Siman Kebanjiran, Proses Belajar Mengajar Molor
surya/sudarmawan
Sejumlah siswa, guru, dan pegawai SMP Negeri I Siman yang terletak di Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo sibuk membersihkan sisa lumpur dan air banjir luapan sungai Besaran, Jumat (15/2/2013).
SURYA Online, PONOROGO-Proses belajar dan mengajar di SMP Negeri I Siman yang terletak di Jl Raya Ponorogo - Jetis, Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo terganggu dan molor.

Ini menyusul kesibukan para siswa membersihkan ruang kelas, halaman serta lapangan voli dan basket yang dipenuhi lumpur usai bangunan sekolah itu terendam banjir hampir setinggi 30 sentimeter sampai 50 sentimeter, Kamis (14/2/2013) malam.

Banjir ini disebabkan luapan Sungai Besaran dan sejumlah parit yang ada di samping dan depan sekolah itu, tak mampu menampung air hujan deras sejak Kamis (14/2/2013) sore hingga Jumat (15/2/2013) pukul 03.00 WIB.

Apalagi, banjir malam itu tidak hanya merendam bangunan sekolah dan jalan menuju kampus ISID Ponorogo itu, akan tetapi juga membanjir JL Raya Ponorogo - Jetis hingga setinggi 30 sentimeter menyebabkan para pengguna jalan baik roda 2 maupun roda 4 tergangggu.

Para siswa dan guru tidak bisa melaksanakan proses belajar dan mengajar secara langsung karena di lokasi belajar mereka tidak hanya dipenuhi lumpur, akan tetapi juga dipenuhi sampah yang dibawa air banjir seperti ranting, kayu, dan dedaunan.

Salah seorang siswa kelas 9 SMP Negeri I Siman, Jodi mengatakan jika baru mengetahui sekolahnya menjadi lokasi banjir setelah masuk ke sekolah pagi itu. Menurutnya, dia dan puluhan rekan-rekannya terpaksa membersihkan ruang kelas, teras, halaman, lapngan voli dan lapangan basket karena dipenuhi lumpur dan sampah sisa air banjir.
"Lumpurnya minimal 6 sampai 10 sentimeter, kalau nggak dibersihkan tak bisa buat belajar. Padahal, hari ini kan dilaksanakan diklat PBB di lapangan voli dan basket," terangnya kepada Surya, Jumat (15/2/2013).

Sementara Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri I Siman, Muryadi menegaskan terendamnya halaman dan lantai teras kelas serta kantor Bimbingan Konseling (BK) di sekolahnya itu karena hujan deras sejak kemarin sore hingga Jumat dinihari.

Menurutnya, banjir di sekolahnya sudah 2 kali yakni Tahun 2012 lalu dan Tahun 2013 ini.

"Untung banjir tidak sampai masuk ke kelas, tetapu teras dipenuhi lumpur. Kami bersihkan sisa banjir dulu baru proses belajar dilaksanakan agar tidak menggangu siswa lumpur dan sampah berserakan ini," tegasnya.
Penulis: Sudarmawan
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas