• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Surya

Keberadaan Kekasih Korban Pembunuhan Krisnanda Masih Misterius

Sabtu, 9 Februari 2013 13:59 WIB
SURYA Online, PONOROGO - Kendati tim penyidik Polres Ponorogo, sudah menetapkan 2 tersangka kasus pembunuhan Krisnanda Mega Pratama (27) mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo Jurusan Teknik Informatika (IT) semester IV, akan tetapi tim penyidik masih dibingungkan keberadaan perempuan, Suprihatin.

Ini menyusul motor Honda bernopol AE 6313 SD, yang sebelumnya sempat diambil korban pembunuhan di salah satu penitipan motor di sekitar Terminal Seloaji, Kabupaten Ponorogo itu, hingga kini belum kembali pulang ke rumahnya.

Padahal, motor ini sempat dibawa pulang korban pembunuhan pada 28 Januari 2013 lalu. Bahkan orangtua, Suprihatin yang sempat diperiksa tim penyidik Polres Ponorogo, juga mencari keberadaan mahasiswa yang sekaligus kekasih korban itu.

Kini, misteri keberadaan Suprihatin yang sudah dikenal sebagai kekasih korban pembunuhan ayah kandung, Eko Budianto (50) dan teman akrabnya, Amru Nasruddin (26) warga Dusun Taman Asri, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo itu, juga diselidiki tim penyidik Polres Ponorogo.

Apalagi, sejak Jumat (8/2/2013) malam, keberadaan pemilik motor Honda warga asal Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo ini menjadi pembicaraan warga di sejumlah warung kopi di kampung lokasi pembunuhan dan sekitar kecamatan Jetis.

Dikonfirmasi mengenai keberadaan perempuan misterius ini, Kapolres Ponorogo, AKBP Yuda Gustawan mengatakan belum mendapatkan informasi apa pun mengenai Suprihatin, termasuk keberadaannya di wilayah Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Menurutnya, meski polisi mengamankan motor Honda bernopol AE 6313 SD milik Suprihatin, akan tetapi polisi masih berkonsentrasi mengembangkan kasus pembunuhan yang melibatkan ayah kandung dan teman korban itu. Apalagi, polisi belum memeriksa Ny Lilik (48) yang tak lain ibu kandung korban yang diakui Eko Budianto sebagai pengepel (pembersih) ceceran darah korban yang ada di lantai rumah paman korban sesaat setelah kasus pembunuhan itu.

"Memang ada barang bukti motor milik Suprihatin yang diduga pacar korban. Namun terkait info Suprihatin ada di Caruban, kami belum mendapatkan informasi atau laporan. Yang jelas Suprihatin sampai saat ini belum pulang. Ibunya sudah kami pulangkan ke rumahnya," terangnya kepada Surya, Sabtu (9/2/2013).

Selain itu, Kapolres menjelaskan masih menunggu informasi keberadaan Suprihatin yang misterius itu sekaligus untuk melengkapi berkas pemeriksaan.

"Kami masih konsentrasi mengembangkan penyidikan terhadap 2 tersangka yang sudah kami tahan itu. Untuk lebih lengkapnya silahkan konfirmasi Kasat Reskrim," paparnya.

Sementara, dihubungi melalui ponselnya Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun menegaskan Senin (28/1/2013) sekitar pukul 09.00 WIB dengan membawa motor bernopol AE 6313 SD, tas ransel, dan laptop perempuan atas nama Suprihatin yang dikenal sebagai kekasih korban pembunuhan Krisnanda Mega Pratama belum pulang ke rumahnya hingga saat ini. Meski pihaknya sudah mengamankan barang bukti motor milik Suprihatin, yang dibawa korban pembunuhan sejak itu, akan tetapi polisi masih belum mengetahui keberadaannya.

"kami pun masih menyelidiki keberadaan perempuan yang disinyalir sebagai kekasih korban itu," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Krisnanda Mega Pratama anak pertama pasangan suami istri, Eko Budianto (50) dan Lilik (48) lilik dibunuh ayah kandungnya saat tidur pulas di pos Kamling di dekat rumahnya, Rabu (6/2/2013) dini hari.

Dalam perkembangannya, kasus pembunuhan ini, Eko Budianto tidak sendiri membunuh anaknya akan tetapi dibantu teman korban yakni Amru Nasruddin yang saat itu tidur di pos Kamling sebelum kasus pembunuhan yang mayatnya dibuang di plengsengan Sungai Keyang, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis itu.

Sedangkan motif pembunuhan cucu mantan Kapolsek era Tahun 1980-an dan sekaligus anak mantan Kades Karanggebang ini karena orangtua jengkel dengan kelakuan anaknya yang suka membangkang, sering membawa cewek pulang ke rumah dan nyawanya terancam. Sedangkan teman korban rela membantu membunuh korban karena sering diolok-olok sebagai anak orang miskin.
Penulis: Sudarmawan
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
444941 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas