Senin, 22 Desember 2014
Surya

Jelang Imlek, Bersihkan Rupang Dewa Dewi

Selasa, 5 Februari 2013 19:23 WIB

Jelang Imlek, Bersihkan Rupang Dewa Dewi
surya/sudarma adi
BERSIH BERSH - Seorang pengurus Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Jl Lombok Kota Pasuruan sedang membersihkan patung dewa dewi, sebagai persiapan merayakan Tahun Baru Imlek 2564 yang jatuh pada Minggu (10/2/2013).
SURYA Online, PASURUAN - Menjelang perayaan Imlek, yang jatuh pada Minggu (10/2/2013), kesibukan umat Tridharma mulai terlihat di Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Jl Lombok Kota Pasuruan, Selasa (5/2/2013). Beberapa umat membenahi altar dan wadah menaruh hio, yang semuanya didominasi warna merah itu.

Sedangkan di ruangan lain, terlihat umat perempuan berusia di atas 40 tahun juga terlihat sangat hati-hati memegang rupang dewa dewi yang terpasang di atas altar. Menggunakan lap bersih, mereka menyeka rupang-rupang itu dengan campuran air dan bunga mawar.

Dewa dewi yang dibersihkan diantaranya Dewi Ma Co, Dewi Kwan Im, Dewa Kwan Kong, dan Dewa Hok Tik Sien (Dewa Bumi). Untuk membersihkan rupang dewa dewi itu, mereka biasa menggunakan air yang dicampur pewangi atau mawar. "Kalau mawar, selain memang harum, juga karena budaya kami yang dominan warna merah," tutur seorang umat yang juga sibuk membersihkan rupang.

Kesibukan itu dilakukan umat Tridharma selama beberapa hari ini untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2564. Tak hanya rupang dewa dewi yang dibersihkan, halaman kelenteng terlihat cerah karena di atasnya terbentang puluhan lampion dan Feng Ling (lonceng mini) yang didominasi warna merah dan emas. "Menyambut Imleki, kegiatan kami memang padat sejak awal Februari ini," jelas Sie Agama Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Yudi Dharma Sentosa, Selasa (5/2/2013).

Yudi melihat, kerukunan antar umat beragama di Pasuruan terjalin dengan baik. Tidak ada resistensi antara anggota kelenteng, dengan warga sekitar yang beragama lain. Bahkan saat perayaan-perayaan keagamaan seperti Imlek, warga sekitar diminta bantuan untuk mengecat pagar atau ikut mengamankan perayaan Imlek. "Tentu, ini tak lepas dari peran mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sehingga agama Konghucu bisa diakui," pungkasnya.
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Adi Agus Santoso

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas