Minggu, 21 Desember 2014
Surya

Perusahaan India Siap Kelola Limbah di Jatim

Jumat, 1 Februari 2013 20:58 WIB

SURYAOnline, SURABAYA – Dua perusahaan asal India, Ramkhee dan SMSQL tertarik  menanamkan investasinya di Jatim di bidang pengelolaan limbah.

Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim, Warno Hari Sasono mengatakan, minat dan ketertarikan dua perusahaan asal India tersebut ditunjukkan dengan mulai mencari lahan untuk lokasi pabrik dan mengurus perijinan yang diperlukan.

“Kemungkinan besar, tahun ini mereka sudah mulai melakukan pembangunan fisik perusahaan pengelolaan limbahnya,” ujarnya, Jumat (1/2/2013.

Menurut Hari, Ramkhee dan SMSQL terkait menanamkan investasi di bidang pengelolaan limbah setelah Pemprov Jatim gencar menawarkan investasi di bidang tersebut ke luar negeri. Hal itu dilakukan, agar pabrik dan industri yang beroperasi tidak lagi membuang limbah seenaknya, seperti yang terjadi selama ini.

“Fakta tersebut menunjukkan, bahwa keberadaan industri pengolahan limbah sangat dibutuhkan di Jatim,” jelas mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim ini.

Jika limbah sejumlah industri tetap di buang sembarangan, sangat berbahaya dan ketika dibuang langsung ke sungai dapat mematikan habitat dan ekosisten, baik tumbuhan maupun binatang yang ada di sungai. Seperti kasus yang terjadi beberapa waktu lalu yang mengakibatkan ribuan ikan di Sungai Kalimas dan Rolak Surabaya mati akibat keracunan limbah pabrik.

"Hal itu yang tidak kita inginkan. Makanya kami akan terus menawarkannya ke seluruh pihak, baik kepada pengusaha asing ataupun pengusaha dalam negeri untuk mengambil peluang investasi di bidang pengelolaan limbah," imbuh Hari.
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas