Bentrokan Warnai Peringatan Revolusi Mesir
Sebagian demonstran telah mendirikan pos penjagaan untuk memeriksa mereka yang lewat.
Namun unjuk rasa ditandai dengan bentrokan antara polisi dan demonstran di beberapa tempat.
Para pengunjuk rasa melempar batu ke arah pihak keamanan yang membalas dengan tembakan gas air mata.
Bentrokan juga terjadi di Iskandariah, Suez, dan Port Said.
Markas kelompok Ikhwanul Muslimin di Ismailiya dibakar.
Paling tidak 25 orang terluka dalam bentrokan yang terjadi Klik sejak Kamis di Kairo.
Para pengunjuk rasa menuduh kelompok itu dan Presiden Mohammed Morsi mengkhianati janji revolusi.
Morsi menyanggah tuduhan ini dan menyerukan agar para pengunjuk rasa melakukan protes dengan damai.
'Revolusi berlanjut'
Perdana Menteri Hisham Qandil mengatakan kepada BBC pemerintah memerlukan waktu lebih banyak lagi untuk melakukan perombakan guna menangani korupsi dan kemiskinan.
Pengadialn banding Mesir baru-baru ini membatalkan hukuman seumur hidup terhadap Mubarak dan memerintahkan pengadilan ulang.
Mantan presiden berusia 84 tahun itu masih berada dalam tahanan di rumah sakit militer.
Kelompok oposisi mulai berkumpul di Lapangan Tahrir Jumat pagi (25/01).
Sebagian demonstran telah mendirikan pos penjagaan untuk memeriksa mereka yang lewat.
Sebagian lain memasang foto-foto demonstran yang meninggal dalam protes selama dua tahun terakhir.
"Revolusi kami akan berlanjut... Kami menolak negara Ikhwanul," kata pemimpin kelompok sayap kiri Hamdeen Sabahi kepada kantor berita Reuters mengacu pada kelompok Ikhwanul Muslimin.(BBC)