Senin, 22 Desember 2014
Surya

Tiga BUMN Incar Minimarket, Goyang Pemain Lama

Senin, 21 Januari 2013 13:09 WIB

Tiga BUMN Incar Minimarket, Goyang Pemain Lama
surya/sugiharto
Gerai PostShop pertama di Surabaya mulai beroperasi awal tahun ini.
Minimarket tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir. Bisnis jual beli sembako dan sejumlah kebutuhan primter lain itu, makin mendapat tempat positif, menggeser perang pasar tradisional.

Rupanya, booming minimarket menarik minat tiga BUMN. Mereka siap 'menggoyang' pasar yang selama ini dikuasai dua pemain tenar, Indomaret dan Alfamart.

Bulog dan PT Pos Indonesia mulai mengoperasikan minimarket di sejumlah kota, disusul PT Rajawali Nasional Indonesia (RNI) mulai 15 Januari 2013. Anak perusahaan bernama PT Rajawali Mart tahun ini menargetkan membuka 150 gerai dengan investasi sekitar Rp 150 miliar.

"Kami akan beroperasi di Jakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Jogja, Cirebon, Bandung dan Bali," ungkap Dirut RNI, Ismed Hasan Putro saat launching gerai di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. "Raja Gula dan kondom akan jadi andalan kami."

Rajawali Mart siap menampung pasokan produk dari usaha skala kecil (UMKM), petani dan peternak. Selain itu, memperkuat sinergi produk BUMN seperti garam produksi PT Garam, air mineral dari Perhutani, dan beras dari Bulog.

Untuk menyeret kelas menengah, minimarket ini tetap menggaet 82 item produk seperti Unilever dan Philips. Saat ini, ada 136 juta orang kelas menengah.

"Kami coba beri kelebihan di layanan, seperti sistem, manajemen, rak, dan produk, tapi yang paling penting, Rajawali Mart itu milik masyarakat dan untuk masyarakat," papar Ismed.

Konsep Stabilisasi
Sebaliknya, Perum Bulog menargetkan membuka 100 Bulog Mart, toko ritel modern sejak 2012. Fokus awal pasarnya bahan pokok, terutama beras, gula, dan minyak goreng. Sekarang sudah mulai menjual sembako lainnya.

Di sejumlah lokasi, pembangunan fisik Bulog Mart memanfaatkan kantor divre regional (divre), subdivre. Kebetulan, aset Bulog sebagian besar berada di lokasi strategis, dan gudang.

Direktur Perum Bulog, Soetarto Alimuso menyebutkan, Bulog Mart mulai bergerak dari Bandung, Semarang, Malang, Makassar dan Bandar Lampung. "Kami mengusung konsep stabilisasi harga pangan dalam mengembangkan ritel ini. Beras premium dan beras medium serta gula dan minyak goreng disediakan dalam porsi lebih banyak," jelasnya.

Dengan motto "Menjangkau Kepuasan Anda", Bulog Mart diharapkan sebagai layanan terbaru untuk lebih mendekatkan Bulog kepada masyarakat. Bahkan, nantinya, bisa saja, lewat minimarket ini, Bulog melakukan operasi pasar di Bulog Mart yang lokasinya berada di daerah dan strategis. Semua kelas beras dijual di sana.

Sedangkan Dirut PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, dalam sambutan resmi awal tahun kemarin, menyatakan, pengembangan bisnis Post Shop merupakan lini baru yang akan semakin dikuatkan.

Bersama program Post Mall (Post Masuk Mall) dan Post Agent, Post Shop dikembangkan sebagai upaya mendekatkan  kantor pos dengan masyarakat. “Ini adalah salah satu bentuk perwujudan dari 'Pos Sahabat Rakyat'," tambahnya. 

Target

-Bulog Mart ditempatkan minimal di setiap gudang Bulog, yang terdiri atas 1.751 unit di 132 Sub Divre di 26 Divre seluruh Indonesia. Target 1.800 Bulog Mart.

-Sampai akhir 2013, target bangun 500 gerai Rajawali Mart di Jawa dan Bali. Mulai Semester II-2013, buka franchise untuk masyarakat.

-Target 200 Postshop di seluruh Indonesia, dengan menggandeng sejumlah mitra bisnis. Adanya Postshop di beberapa kantor pos di sejumlah daerah, layanan PT Pos Indonesia bisa dinikmati selama 24 jam.
Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Tri Dayaning Reviati

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas