A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Yayasan Katolik Ajukan Tiga Opsi ke Kemenag Blitar - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Surya

Yayasan Katolik Ajukan Tiga Opsi ke Kemenag Blitar

Kamis, 17 Januari 2013 18:35 WIB
SURYA Online, BLITAR - Buntut ancaman penutupan enam sekolah Katolik di Kota Blitar seperti belum segera reda. Yayasan Gabriel, lembaga yang menaungi enam sekolah itu tak serta merta langsung menuruti keinginan Kemterian Agama.

Romo Gereja Santo Santo Yusuf Jl Diponegoro, Romo Rafael, yang sekaligus jadi wakil Ketua Yayasan Gabriel telah mengajukan tiga opsi ke Kemenag Kota Blitar.

Opsi pertama, pihaknya bersedia memberlakukan mata pelajaran agama lain, selain Katolik. Yang kedua, ia minta guru yang mengajar agama non Katolik itu harus atas penunjukkan dinas yang berwenang. Ketiga, pelajaran agama non Katolik itu harus dilakukan di luar sekolah.

Karuan opsi nomer tiga itu langsung ditanggapi serius oleh Imam Muchlis, Kepala Kemenag Kota Blitar. Menurutnya, permintaan itu jelas tak bisa diterima meski pihaknya sudah membahas dengan Kadiknas, Drs Santoso, Kamis (17/1/2013).

Karena pihak yayasan dianggap tetap bersikeras, maka ia tetap akan mengacu pada Peraturan Menteri Agama No 16 Tahun 2010 ayat 4, yang intinya, jika jumlah murid lebih dari 15 orang, maka mereka harus menerima pelajaran di dalam kelas. Pasalnya, di sekolah itu, 70 persen dari 3.000 muridnya beragama non Katolik.

"Kami belum bisa menerima opsi yang ajukan sekolah itu. Kalau nggak mau menuruti, maka terpaksa pada tanggal 19 Januari, kami akan merekomendasikan ke wali kota agar sekolah itu ditutup izin operasionalnya," tegas Muchlis.

Ditambahkannya, selama ini Kemenag sudah menyediakan lima guru dari berbagai agama. Namun anehnya, pihak Yayasanm Katolik bersikeras tak mau mematuhinya.

Seperti diketahui, enam sekolah Katolik di Kota Blitar terancam ditutup paksa pada 19 Januari ini karena dianggap tak mau melaksanakan mata pelajaran agama lain selain Katolik.
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
417861 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas