A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dangdut Dilarang Konser, Pendukung Rhoma Irama Protes - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Surya

Dangdut Dilarang Konser, Pendukung Rhoma Irama Protes

Rabu, 16 Januari 2013 19:41 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Soneta Fans Club Indonesia (SFCI) Jatim memprotes pernyataan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang meminta membuat aturan tak menggunakan konser dangdut dalam kampanye.

Ketua DPD SFCI Jatim, H Surya Aka Syahnagra, yang mendukung Raja Dangdut Rhoma Irama, mengaku kecewa dengan pernyataan Presiden SBY itu.

"Ini menunjukan bahwa presiden tak memiiki sensitivitas terhadap karya anak bangsa," tegasnya, Rabu (16/1/2013).

Menurutnya, presiden seharusnya paham jika dangdut adalah salah satu jenis musik paling dicintai masyarakat Indonesia. Lagipula, dangdut sebagai musik asli Indonesia sedang diproses oleh Kemendikbud untuk menjadi World Heritage ke Unesco.

"Presiden tak melarang jenis musik lain yang bukan asli Indonesia. Presiden telah bertindak diskriminatif," tegasnya.

Toh, ditandaskan Surya, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan kampanye yg lebih mendidik, hemat, dan tertib. Tapi bukan berarti presiden harus menuding dangdut sebagai pihak yang bersalah.

Dikatakan Surya, kampanye adalah wujud pesta demokrasi, agar rakyat mengerti seperti apa visi misi si calon. Tampilnya artis dan musik dangdut, berfungsi untuk menghibur yang hadir agar tak jenuh dengar orasi.

"Kenapa khawatir dengan dangdut terjadi rusuh? Kerusuhan bisa terjadi di semua jenis musik, kenapa yang dituduh dangdut? Semoga Bapak presiden SBY tak lupa, bahwa selama beliau kampanye Pilpres juga dimeriahkan hiburan dangdut," tukasnya.
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
416702 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas