Eks Bupati Banyuwangi Gagal Dikirim ke Lapas Suka Miskin

Rencananya tiga napi korupsi dari Banyuwangi akan dipindahkan ke Suka Miskin

Eks Bupati Banyuwangi Gagal Dikirim ke Lapas Suka Miskin
surya/edhi prasetyo
Koruptor, mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi dirawat di RSUD Blambangan Banyuwangi
SURYA Online, BANYUWANGI – Koruptor Samsul Hadi, mantan Bupati Banyuwangi  gagal diberangkatkan bersama dua koruptor lainnya ke  lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/1/2013). Samsul Hadi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan.

"Pak Samsul Hadi masih ditunda pemberangkatannya. Yang pasti hari ini dua orang narapidana koruptor dari Banyuwangi diberangkatkan ke Lapas Suka Miskin," kata Krismono, Kepala Lapas Banyuwangi, saat ditemui surya.co.id di ruang kerjanya.

Dua koruptor yang dilayar ke Lapas Suka Miskin adalah H Masduki Suud yang dikenal sebagai mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi dan H Muhammad Effendi seorang mantan Kepala Desa (Kades) Pengantigan yang sekaligus merangkap sebagai mantan Ketua Assosiasi Konstruksi diberangkatkan secara bersama – sama menggunakan kendaraan Inova warna putih nopol P 1444 YI dengan didampingi anggota dari Lapas Banyuwangi.

Rencananya tiga napi korupsi dari Banyuwangi akan dipindahkan ke Suka Miskin bersama dengan 26 napi koruptor lainnya dari Jatim. Sebelum dikirim ke Bandung, para koruptor itu dikumpulkan terlebih dahulu ke Lapas Porong, Sidoarjo.

"Yang dipindahkan ke Suka Miskin, pelaku koruptor yang dipidana hukuman di atas 1 tahun dengan denda diatas Rp 100 juta dan masa bebas di atas tahun 2014," terang Krismono.

Mantan Bupati Samsul Hadi divonis hukuman penjara selama 20 tahun dalam tiga kasus perkara korupsi, yakni penggelembungan harga tanah bandara, penggelembungan harga pengadaan galangan kapal, dan pembelian kedua Kapal Landing Craft Tank (LCT).

Terpisah, Direktur RSUD Blambangan, Dr Taufik ketika ditemui surya.co.id mengatakan, mantan Bupati itu sangat membutuhkan perawatan secara intensif karena banyak faktor hingga menyebabkan penyakitnya semakin parah.

“Secara medis diketahui mempunyai penyakit kencing manis, ada luka lecet di kaki kiri dan saat dilakukan test gerakan tangan dan kakinya terbatas, sehingga harus dilakukan rawat inap dengan harapan bisa membaik,” katanya.

Penulis: Edhi Prasetyo
Editor: Rudy Hartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved