Batu Ingin Punya Laboratorium Pertanian
Laboratorium ini nantinya berguna untuk petani, agar mereka lebih dekat dengan pengetahuan baru
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Adi Agus Santoso
Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kota Batu, Heli Suyanto, Jumat (11/1). Laboratorium tersebut berguna untuk meneliti dan mengembangkan varietas bibit baru, seperti kentang dan apel. Sehingga, para petani tidak lagi kesulitan mencari bibit tersebut.
Selama ini, petani mendapatkan bibit kentang dari luar kota, begitu juga dengan pemenuhan bibit pohon apel. Di Batu, usia pohon apel sudah di atas 20 tahun. “Jika ada laboratorium, maka akan meringankan biaya petani. Mereka tidak perlu mencari ke luar kota. Pertanian di Batu ini kan sangat berpotensi,” papar politikus Hanura ini.
Ia berharap, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) memiliki program membangun laboratorium pertanian ini. Kalau pun nanti tidak bisa berdiri sendiri, bisa bekerjasama dengan ahli pertanian dari Universitas Brawijaya.
Sementara itu, keinginan memiliki laboratorium pertanian ini diamini Wakil wali Kota Batu, Punjul Santoso. Ke depan, katanya, terobosan seperti ini harus dilakukan Distanhut agar pertanian di Batu lebih maju.
“Laboratorium ini nantinya berguna untuk petani, agar mereka lebih dekat dengan pengetahuan baru. Selama ini, kalau kita mau menguji, harus ke Universitas Brawijaya dulu,” katanya.