• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Surya

Film 5 Cm Lahirkan Pendaki-Pendaki Pemula

Selasa, 1 Januari 2013 20:24 WIB
Film 5 Cm Lahirkan Pendaki-Pendaki Pemula
surya/eko darmoko
Pemandangan langit dan awan saat dipotret dari Puncak Mahameru
SURYA Online, MALANG– Pergantian tahun baru telah usai. Para pendaki yang berbondong-bondong ke Gunung Semeru untuk merayakan pergantian tahun baru, pun mulai berguguran turun gunung. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini pun mulai lengang ditinggal para pecintanya. Gunung Semeru yang memiliki tinggi 3.676 mdpl ini terletak di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) yang berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Dari rekap data BBTNBTS hingga berita ini ditulis, Selasa (01/01/13) malam, jumlah pendaki yang datang ke Semeru membengkak sampai angka ribuan. Pada tanggal 31 Desember 2012 tercatat ada 2.250 pendaki yang datang ke Semeru melalui Pos Ranu Pane, tanggal 1 Januari 2013 meningkat menjadi 2.410 pendaki. Sedangkan hingga Selasa malam, jumlah pendaki yang turun mencapai 1.438 orang.

“Sisa pendaki yang belum turun diperkirakan akan turun pada Selasa malam dan Rabu. Yang jelas, hingga Selasa malam ini yang turun sudah mencapai 1.438 pendaki. Ini data terakhir yang sudah kami rekap,” kata Deden, staf Pos Ranu Pane, saat dihubungi, Selasa (01/01/13).

Aktivitas pendakian sebuah gunung memang tidak serempak dilakukan para pendaki. Di saat gerombolan pendaki turun gunung, di saat itu juga ada gerombolan pendaki lain yang baru naik. Demikian halnya dengan Gunung Semeru. Namun, yang jelas, di pergantian tahun ini ada 2.000-an pendaki yang menghabiskan waktu di gunung yang konon tempat bersemayam para dewa ini.

Kepala BBTNBTS, Ayu Dewi Utari, mengungkapkan, banyaknya jumlah pendaki yang datang ke Semeru di perayaan Tahun Baru 2013 adalah lonjakan besar jika dibandingkan dengan Tahun Baru 2012 lalu. Lonjakan jumlah pendaki ini mencapai 75 persen hingga 100 persen. “Tahun Baru 2012 lalu jumlahnya (pendaki) tidak sebanyak Tahun Baru 2013 ini. Lonjakan ini mencapai 75 persen hingga 100 persen,” kata Ayu.

Dijelaskan Ayu, meskipun pendakian dibatasi sampai Pos Kalimati di ketinggian sekitar 3.000 mdpl, namun, berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, tentunya banyak pendaki nakal yang melanggar larangan ini. Pendaki-pendaki nakal ini nekat melanjutkan pendakian ke Mahameru (sebutan untuk Puncak Semeru) di ketinggian 3.676 mdpl.

“Selalu ada pendaki yang nakal. Mereka melanggar batas pendakian dan nekad melanjutkan ke Mahameru. Padahal ini sangat berbahaya, mengingat aktivitas Semeru sedang meningkat. Saya sering menerima laporan seperti itu,” kata Ayu.

Batas pendakian di Kalimati ini, ungkap Ayu, adalah demi menjaga keselamatan para pendaki dari ancaman aktivitas kawah Jonggring Saloko yang ada di Puncak Mahameru. Ditentukannya Kalimati sebagai batas pendakian, karena radius-nya cukup jauh untuk menghindari aktivitas kawah.

Selain itu, Kalimati dinilai aman sebagai tempat peristirahatan karena merupakan padang savana datar yang luas. Berbeda dengan Arcopodo (berada di atas Kalimati) yang hanya berupa lahan datar kecil di antara punggungan bukit curam. “Sejauh ini, di perayaan Tahun Baru 2013, belum ada laporan mengenai pendaki yang tersesat atau pun cidera saat melakukan pendakian. Dan jangan sampai ini terjadi,” harap Ayu.

Untuk mendaki ke Gunung Semeru, BBTNBTS menetapkan standar bagi para pendaki, yakni pendaki harus sehat jasmani dan rohani. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter.

Jadi, pendaki yang akan mendaki ke Semeru, di Pos Ranu Pane harus menunjukkan surat sehat kepada petugas. “Selain surat sehat, pendaki juga harus membawa materai sebagai bukti perjanjian, yakni jika melanggar batas pendakian dan terjadi sesuatu, maka resiko ditanggung pendaki, bukan BBTNBTS,” kata Ayu.

Melonjaknya jumlah pendaki di perayaan tahun baru ini, adalah juga imbas dari film 5 Cm yang tayang perdana di bioskop pada tanggal 12 Desember 2012 lalu. Film yang dibintangi Pevita Pearce ini bercerita tentang enam remaja Jakarta yang melakukan pendakian ke Mahameru.

Tak ayal, film bergenre pop yang menembus angka penonton hingga satu juta ini pun ‘mempengaruhi’ penontonnya untuk mendaki Semeru. Nah, inilah yang menjadi sangat ironis dan berbahaya, karena banyak pendaki pemula yang dengan tiba-tiba mendaki Semeru.

“Iya, bisa jadi melonjaknya pendaki Semeru karena pengaruh film 5 Cm. Sejak film ini di-launching, di akhir Desember 2012 banyak pendaki yang datang ke Semeru, dan puncak kepadatan pendaki terjadi di perayaan tahun baru,” pungkas Ayu.
Penulis: Eko Darmoko
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas