Minggu, 24 Mei 2015

Pemprov Jatim Belum Anggarkan Jarum Suntik

Sabtu, 29 Desember 2012 07:26

Pemprov Jatim  Belum Anggarkan Jarum Suntik
net
ilustrasi

Pertama, penyediaan jarum suntik steril belum diatur dalam Perda nomor 5/tahun 2004 itu. Selama ini jarum suntik steril untuk para pecandu masih disediakan oleh lembaga donor.

"Data KPAP Jatim menunjukkan penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik sekitar 21,3 persen, meskipun penularan tertinggi masih melalui hubungan heteroseksual sebesar 70,1 persen," kata Rudy melalui rilis yang diterima surya.co.id, Jumat (28/12/2012).

Kedua, KPAP sebagai lembaga yang langsung menangani HIV/AIDS dalam Perda tersebut tak diberikan peran dalam pengelolaan finansial sehingga KPAP tidak leluasa menjalankan program penanggulangan AIDS di Jawa Timur.
"Selama ini anggaran KPAP Jatim diikutkan dalam Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur," ungkapnya.

Melihat permasalahan penerapan Perda nomor 5 tahun 2004, Rudy berpendapat perlu segera diterbitkan perubahan (adendum) Keputusan Gubernur No 48 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No 5 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Timur.

Langkah untuk mengajukan perubahan Peraturan Gubernur ini dianggap paling realistis dibanding dengan mengajukan revisi Perda yang harus melalui legislatif. “Untuk revisi Perda membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tak sedikit,” terang Rudy

Pemulangan PSK

Isu lain yang akan diakomodasi dalam perubahan peraturan gubernur ini adalah soal penutupan lokalisasi.

Halaman12
Penulis: Rudy Hartono
Editor: Rudy Hartono
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas