A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pemprov Jatim Belum Anggarkan Jarum Suntik - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Surya

Pemprov Jatim Belum Anggarkan Jarum Suntik

Sabtu, 29 Desember 2012 07:26 WIB
Pemprov Jatim  Belum Anggarkan Jarum Suntik
net
ilustrasi
SURYA Online, SURABAYA - Perda Jawa Timur No 5 Tahun 2004 tentang Penanggulangan HIV AIDS dinilai banyak kelemahan. Hal ini dilontarkan Rudy Wedhasmara Ketua East Java Action di kantor Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Jawa Timur.

Pertama, penyediaan jarum suntik steril belum diatur dalam Perda nomor 5/tahun 2004 itu. Selama ini jarum suntik steril untuk para pecandu masih disediakan oleh lembaga donor.

"Data KPAP Jatim menunjukkan penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik sekitar 21,3 persen, meskipun penularan tertinggi masih melalui hubungan heteroseksual sebesar 70,1 persen," kata Rudy melalui rilis yang diterima surya.co.id, Jumat (28/12/2012).

Kedua, KPAP sebagai lembaga yang langsung menangani HIV/AIDS dalam Perda tersebut tak diberikan peran dalam pengelolaan finansial sehingga KPAP tidak leluasa menjalankan program penanggulangan AIDS di Jawa Timur.
"Selama ini anggaran KPAP Jatim diikutkan dalam Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur," ungkapnya.

Melihat permasalahan penerapan Perda nomor 5 tahun 2004, Rudy berpendapat perlu segera diterbitkan perubahan (adendum) Keputusan Gubernur No 48 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No 5 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Timur.

Langkah untuk mengajukan perubahan Peraturan Gubernur ini dianggap paling realistis dibanding dengan mengajukan revisi Perda yang harus melalui legislatif. “Untuk revisi Perda membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tak sedikit,” terang Rudy

Pemulangan PSK

Isu lain yang akan diakomodasi dalam perubahan peraturan gubernur ini adalah soal penutupan lokalisasi.

Para aktivis menilai jika penutupan lokalisasi ini belum ada kajian yang komprehensif terutama berkaitan dengan penanggulangan penularan HIV/AIDS di lokalisasi. Program pemulangan para PSK yang sudah beberapa kali dilakukan, ternyata juga dianggap tidak efektif.  

“Banyak di antara mereka setelah mengikuti program pemulangan, ternyata kembali lagi jadi PSK di tempat yang berbeda,” kata Yorris dari Hotline Surabaya.

Kembalinya para PSK itu kata Yorris, disebabkan pemerintah daerah tidak mempunyai rencana yang komprehensif itu tadi.

“Meski sudah diberi keterampilan dan modal, membuka usaha adalah hal yang tak mudah. Padahal rata-rata PSK yang dipulangkan usianya sudah 40 tahun. Mereka itu menjadi penopang ekonomi keluarga. Tak heran jika kemudian mereka kembali jadi PSK untuk mencari uang ,” ujarnya.
Penulis: Rudy Hartono
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
396631 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas