Selasa, 25 November 2014
Surya

DPO Setahun, Terpidana Korupsi Rawa Jabung Tertangkap

Sabtu, 29 Desember 2012 19:11 WIB

DPO Setahun, Terpidana Korupsi Rawa Jabung Tertangkap
surya/hanif manshuri
M. Amin, DPO terpidana kasus korupsi digiring ke Kantor Kejaksaan Negeri Lamongan, Sabtu (29/12/2012)
SURYA Online, LAMONGAN - Mohamad Amin (38) satu dari empat terpidana korupsi kasus ganti rugi tanah Rawah Jabung untuk Proyek Jabung Ring Dyke. (LSRIP) phase tahun 2009 sebesar Rp 40 juta yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) berhasil ditangkap di Tarakan Kalimantan.

Terpidana tiba di Lamongan Sabtu (29/12/2012) pukul 15. 30 WIB dalam penjemputan tim Kejaksaan Negeri Lamongan setelah ditangkap Kajari Tarakan Fajarudin Yusuf tadi malam pukul 23.00 WIB di Sebengkal Gg Mawar Tarakan di rumah kontrakan terpidana selama DPO.

Amin ditangkap sepulang kerja keliling menjajakan sosis yang ia tekuni untuk menyambung hidup dalam pelariannya. Terpidana 1, 3 tahun itu ditangkap tim Intel Kejari Tarakan. Saat ditangkap, terpidana tidak melakukan perlawanan apapun.

"Dia kita tangkap tanpa ada kerepotan,"kata Kajari Tarakan, Fajarudin Yusuf yang mengantar Amin hingga ke Lamongan.

Amin dijemput Kasi Pidsus Joko Parwoto, Kasi Intel Arfan Halim dan anggotanya  Fatkhur di Bandara Juanda Surabaya.

Dikawal ketat dua anggota Polres Lamongan, terpidana langsung digiring ke Lamongan. Beberapa saat setelah menandatangani berita acara, Amin diserahkan ke LP Lamongan, tempatnya selama 1,3 tahun menjalani hukuman.

Untuk diketahui, Amin adalah satu diantara empat terpidana kasus bancakan uang ganti rugi tanah Rawa Jabung bersama tiga terpidana lainnya, Kades Jabung Ahmad Rozi yang divonis empat tahun, Trubus (BPD) dan H Sulkan (Kaur Kesra) akhirnya dalam upaya  kasasi JPU divonis hukuman percobaan dan Amin yang pada 2010 divonis bebas di PN Lamongan harus menjalani hukuman kurungan terjerat keputusan  MA yang turun tertanggal 30 Agustus 2012 nomor 2069 K/PID-Sus/2011 karena ada upaya kasasi dari JPU.

M. Amin menyatakan, sebenarnya ia tidak kabur. Tapi setelah dia divonis bebas di PN, hampir jedah waktu setahun sesudahnya pergi ke Kalimantan itu hanya untuk kepentingan bekerja, bukan kabur.

"Saat JPU kasasi saya kerja keluar jawa dan selama itu juga saya tidak tahu putusan MA, karena kerja di Tarakan," kata Amin.

Sementara itu Kajari, Dyah Retnowati Astuti dikonfirmasi Surya mengatakan, status Amin DPO karena pemberitahuan putusan MA sudah dikirim ke rumahnya. Dan ternyata dia tidak proaktif, malahan pergi kerja keluar Jawa. "Jadi dia itu DPO," tegas Dyah.

Terpidana dijerat undang - undang nomor 31 jo pasal 18 (1) huruf b UU 31 tahun 1999 dan diperbaharui dengan UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1KUHP.
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Rudy Hartono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas