A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Teater Keliling Tampilkan Jas Merah di Gedung Cak Durasim - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Surya

Teater Keliling Tampilkan Jas Merah di Gedung Cak Durasim

Jumat, 28 Desember 2012 17:32 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Kelompok Teater Keliling asal Jakarta Timur, Jumat (28/12) mementaskan "Jas Merah" di gedung Cak Durasim, komplek Taman Budaya Jawa Timur (TBJT). Kelompok yang dipimpin Rudolf Puspa itu membawa puluhan pemain teater yang masih muda-muda.

Lakon Jas Merah menceritakan  lima sekawan, Patty, Kor, Marle, Komer, dan Dea, yang sedang menggelar pertemuan reuni di sebuah kafe. Mereka memiliki latar belakang dan pandangan hidup yang berbeda-beda. Sehingga diakhir pembicaraan, menimbulkan perdebatan, hingga tiba-tiba mereka masuk ke dimensi imajinasi yang berbeda, hingga hadirnya empat tokoh nasional. Yaitu Gajah Mada, RA Kartini, Cristina Marta Tiahahu, dan Soekarno.

Mereka pun berdialog dan keempat tokoh ini seperti mengingatkan mereka akan kondisi negara Indonesia. "Kaum muda waktunya bergerak meneruskan perjuangan para tokoh ini dengan menghasilkan karya yang bisa meningkatkan dan menyelamatkan Indonesia dari penjajahan modern," kata tokoh Soekarno.

Pementasan "jas merah" yang berarti jangan sekali-kali meninggalkan sejarah itupun,  mengajak penonton untuk merasakan apa yang diperankan para pemain. Seperti dengan adanya lagu mendayu, dan peran sosok perempuan sebagai "Ibu Pertiwi", yang tampil mengenaskan.

Dikerubuti pemeran-pemeran yang menyimbolkan kemalasan, korupsi, dan hal yang lainnya. Lima sekawan yang sebelumnya tidak terlihat di panggung, ternyata masih berada di antara tempat duduk penonton, dan kemudian masuk untuk membebaskan "Ibu Pertiwi" itu.

Rudolf Puspa, sebagai sutradara dari Teater Keliling, menjelaskan pemetasan jas merah ini memang ditujukan untuk memberi semangat dan menunjukkan kondisi Indonesia saat ini. "Sudah saatnya generasi muda berkaca dan merenung," kata Rudolf.

Selain di Surabaya, Teater Keliling ini sendiri sudah lebih dulu mementaskan Jas Merah di Solo dan Jogjakarta mulai Rabu (26/12) lalu. Setelah pentas di Surabaya, akan dilanjutkan pentas di Gresik, Banyuwangi, Bali, dan Jombang. Salah satu pemain Jas Merah, Alda Khairunnisa sebagai pemeran Dea, satu diantara lima sekawan, mengatakan bila mereka sudah mempersiapkan pementasan ini sejak Agustus 2012. "Di Jakarta sendiri kami sudah pentas di bulan Oktober dan November," ujar Alda.
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Suyanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
396131 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas