Noel Natalan Bersama Mawar Sharon

"Natal tahun ini penuh harapan untuk bangkit lagi meski masih banyak orang yang belum beruntung,

Noel Natalan Bersama Mawar Sharon
surya/ahmad zainul haq
NOEL NATAL - Salah satu adegan drama yang menyentuh jemaat Gereja Mawar Sharon.
SURYA Online, SURABAYA - Sekitar 5.000 jemaat Gereja Mawar Sharon,  merayakan natal bersama di aula Gramedia Expo, Jl Basuki Rahmat Selasa (25/12/2012). Perayaan itu sangat ditunggu, karena menghadirkan drama musikal dengan cerita dan tampilan menarik.

Sekitar 120 pemain dan 70 anggota paduan suara, terlibat dalam drama yang menceritakan tentang tokoh bernama "Noel". Setting drama, menampilkan suasana masa perang dunia di tahun 1940an. Hal itu tampak pada kostum yang dipakai pemain dan dekorasi dari panggung.

Cerita diawali dari Noel bocah, yang terpisah dari orangtuanya saat terjadi perang dunia I. Tapi dia masih beruntung, karena masih bersama 12 saudara-saudara. Dalam kehidupan bersama saudara-saudaranya itu, Noel mendapat perlakuan tidak baik, hingga akhirnya terusir.

Pengusiran itu dijalani dengan ikhlas. Noel tidak dendam. Dengan iman yang kuat, dan ketaatan pada Tuhan, Noel berdoa dan akan kembali menemui saudara-saudara sebagai orang yang berhasil dalam menuju tujuan hidupnya.

Noel bocah kemudian bertemu keluarga perwira perang dengan tiga anak, lalu diangkat menjadi anak hingga menjadi dokter. Iman, ketaatan, dan tujuan hiduppun membuat Noel menjadi dokter yang sukses dan baik hingga dia bisa membuat rumah sakit (RS) sendiri.

Meski sudah berhasil, Noel masih mengingat keinginannya untuk bertemu saudara-saudaranya yang dulu. Setiap hari dia selalu berdoa hingga beberapa tahun kemudian, ada pasien anak-anak korban perang. Melihat pasien itu, hati Noel langsung jatuh perhatian. Dan ternyata, bocah itu adalah anak salah satu saudaranya yang tak lain juga keponakannya. Dan dari anak itu, Noel berhasil bertemu kembali dengan saudara-saudaranya.

Pertemuan Noel yang berarti "Natal" dengan saudara-saudaranya inipun menutup penampilan drama hingga membuat penonton memberikan tepuk tangannya secara serentak. "Yang berperan dalam drama musikal adalah dari  jemaat anak-anak hingga kelompok dewasa yang dirangkai dengan penampilan choir," kata Juely, usaai pertunjukan.

Drama yang mengusung tema Iman-Ketaatan-Tujuan Hidup ini merupakan tahun kedua yang digelar jemaat Gereja Mawar Sharon. Usai drama musikal yang disiapkan selama tiga bulan,  pendeta Philip Mantofa melanjutkannya dengan khotbah dan pesan natal. "Natal tahun ini penuh harapan untuk bangkit lagi meski masih banyak orang yang belum beruntung," kata pendeta Phillip.

Sedangkan pesan Natal untuk Indonesia, Philip menyampaikan, sebaiknya jangan pernah menilai kekurangan dan negatifnya sebuah negara karena akan semakin membuat negara itu terpuruk. "Makanya kita harus bangkit dan melihat kedepan karena Tuhan tidak akan pernah memberikan kebahagiaan jika kita tak terus berusaha," tandas Phillip.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Adi Agus Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved