Banser Awasi Natal Hingga 27 Desember
karena ini merupakan bentuk pengejawantahan ukhuwah basyariyah (kemanusiaan) terhadap sesama,
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Adi Agus Santoso
Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Alfa Isnaini menegaskan, pengamanan hingga dua hari setelah Natal tersebut merupakan permintaan sejumlah pihak, seperti masyarakat yang sedang merayakan Natal dan aparat keamaan, dalam hal ini pihak kepolisian. “Kami menyambutnya dengan senang hati, karena ini merupakan bentuk pengejawantahan ukhuwah basyariyah (kemanusiaan) terhadap sesama,” ujarnya, Selasa (25/12/2012) malam.
Dikatakan Alfa, Banser sendiri sebenarnya sudah turun ke lapangan untuk menciptakan prakondisi pengamanan Natal pada 23 Desember lalu, namun puncak pengamanan tetap pada 25 Desember. Bentuk pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel Banser ikut menjaga pengamanan gereja dengan sistem shift.
Untuk gereja di kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang, serta beberapa gereja di wilayah tertentu yang jadi sorotan penjagaan dilakukan dalam tiga shift.
Sedangkan gereja di kota sedang dan kecil, penjagaan dilakukan dua shift. Tiap shift berjaga-jaga selama lima jam, sedangkan jumlah kelompok atau tim masing-masing shift 10 personel.
Disinggung terkait hasil pengalaman di lapangan, Alfa menegaskan berdasarkan laporan sementara dari anak buahnya yang ada di 38 kabupaten/kota, hingga Selasa (25/12/2012) malam, pelaksanaan perayaan Natal di seluruh Jatim berlangsung kondusif dan tidak ada gangguan apapun yang berarti. ”Alhamdulillah semuanya aman dan kondusif. Ini semua berkat silaturrahmi temen-temen dan aparat yang ada di lapangan,” jelas Alfa.
Selain itu, soliditas dan kekompakan dalam menjaga kekompakan dengan berbagai elemen lain di masyarakat juga dinilai sebagai faktor kondusifnya pelaksanaan perayaan Natal 2012.