A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Laka Beruntun, Tiga Tewas - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Surya

Laka Beruntun, Tiga Tewas

Minggu, 23 Desember 2012 18:34 WIB
Laka Beruntun, Tiga Tewas
surya/agus purwoko
Kondisi Avanza setelah ditindih dan dihantam bus. Sebelum di derek bus ini tidak miring, Avanza ini sebelumnya ada di bawah bus
SURYA Online, LUMAJANG-Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan mini bus (Van) dengan Bus Restu, terjadi di jalan raya jurusan Lumajang-Probolinggo, tepatnya di Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Kecelakaan yang terjadi, Minggu (23/12/2012) sekitar pukul 10.30 WIB itu, memakan tiga korban meninggal dunia dan tiga luka ringan.

Sedang delapan penumpang yang satu rombongan dengan korban selamat, tak tergores sedikitpun. Sebab mereka tidak satu mobil dengan tiga korban tewas dan tiga luka ringan. Empat penumpangnya mengendarai suzuki APV dan empat penumpang lainnya, mengendarai Daihatsu Taruna.

Kendati selamat, mereka tampak shok, dan histeris saat melihat avanza bernopol DK 1214 WK itu, berada di bawah bus yang menabraknya. Situasi tegang dan histeris semakin parah, saat korban dievakuasi oleh warga dari dalam avanza. Apalagi diketahui tiga penumpangnya, meninggal di tempat kejadian.

Korban tewas dan luka parah, seluruhnya warga Bali dan menaiki mobil Avanza bercat hitam.  Mereka yang meninggal  diantaranya, Biyan Dewa (32) asal Kabupaten Negara, Putu Diyah (16), pelajar asal Kabupaten Singaraja, dan Gusti Ayu  Kadek Wartani (53) tinggal di Kabupaten Negara. Sedang luka ringan, Dewa Setiawan (40), Kadek Diyah (15) dan Kadek Suryadi (39) luka ringan.

Mereka tewas lantaran terjepit di dalam mobil yang ditumpanginya. Avanza yang disopiri Dewa Setiawan (40) asal Kabupaten Negara itu, usai dihantam dari belakang, kemudian dipenyet atau ditindihi, bus Restu yang menabraknya. Enam korban bisa dievakuasi atau dikeluarjkan dari mobil, setelah Bus yang menindihi Avanza tersebut ditarik mobil derek.

Ke enam korban tersebut, langsung dilarikan ke RSU dr haryoto, Lumajang. Sementara sebagian penumpang selamat di dalam mobil Taruna dan  Suzuki APV, ada yang ikut ke rumah sakit. Sedang yang lainnya, tetap berada di tempat kejadian, menunggu evakuasi, selesai seluruhnya.

Salah satu penumpang Taruna, Gede Sidiarta, mengatakan tidak tahu pasti kronologi kecelakaan tersebut. Ia saat terjadi kecelakaan mengaku tidak melihat. Pria yang masih ada di TKP itu, mendengar dan merasakan saat Taruna yang ditumpanginya ditabarak dari belakang. “Saya berada di mobil paling depan. Jadi gak tahu kejadiannya. Begitu menoleh ke belakang mobil dibelakang kami, ditabrak bus,” ujarnya.

Menurutnya, rombongan tiga kendaraan tersebut, hendak ke pura di Gunung Bromo. Mereka dari Bali berangkat Sabtu malam dan tiba di Banyuwangi, Sabtu pukul 07.00 WIB pagi. Di Banyuwangi, mereka sempat ke pura Jambangan, setelah itu ke alas Purwo dan dilanjutkan ke Pure di Kecamatan Genteng. Mereka menginap di sekitar Pure tersebut dan Minggu pagi sekitar pukul 07. 00 WIB dari Genteng berangkat ke Bromo. “Sepulang dari Bromo, rombongan mau ke Pura Senduro, Lumajang. Yah. Karena dapat musibah, kemungkinan gak jadi ke Pura Senduro,” kata Gede Sidiarta saat di TKP.

Mukhlas ( 35) warga desa setempat, mengaku mengetahui kecelakaan beruntun siang itu. Saat itu, ia berada di luar rumahnya, tepatnya di pinggir jalan raya, sekitar 50 meter selatan rumanya. Ia mengatakan bus Restu yang datangnya dari arah selatan itu, berkecepatan tinggi. “Bisnya banter mas. Mau nyalip,” terang Mukhlas.

Saat bus jurusan Banyuwangi-Surabaya ini mendahului kendaraan APV, tiba-tiba dari arah berlawanan (Utara) muncul truk besar. Khawatir adu muka, kata Mukhlas, bus tersebut membanting ke arah kiri, hingga menabrak mobil suzuki  bernopol DK 1786 UE. Dibentur keras dari belakang, Apv bercat putih itu, menyeruduk avanza yang berada di depannya.

Kadek (28) sopir Suzuki Apv , usai menghantam kendaraan rekannya, kemudian membanting setir ke arahh kanan, hingga melintasi marka jalan dan berada di jalur kanan. Lepas dari APV, Bus yang disopiri Sunib, warga Lumajang itu, kemudian menhghantam Avanza dari belakang, hingga mobil bornopol DK 12 14 WK, menghantam Taruna bernopol DK 1739 DC, yang berada di depannya.

Usai menabrak Taruna yang disopiri Budiana, Avanza tersebut membanting setir ke arah kiri hingga keluar dari jalur atau jalan raya dan terperosok di lobang sedalam satu meter, pinggir jalan raya. Tidak hanya Avanza, bus bermuatan penumpang itu juga keluar jalur dan menindih avanza yang berada di bawahnya.  Karuan saja Avanza berpenumpang enam orang itu, rusak berat dipenyet bus.

Mengatahui kecelakaan maut seperti itu, Mukhlas, langsung balik atau putar haluan ke arah utara. Ia amat terkejut saat sampai di lokasi kejadian, mengetahui, kalau tabrakan beruntun menelan tiga nyawa itu, persis di depan rumahnya. “Saya balik khawatir, kejadiannya di depan rumah saya. Eh ternyata benar, TKP-nya di rumah saya,” terang Mukhlas.

Terpisah, Kasat lantas Polres Lumajang AKP Rony Edy, mengatakan hingga Minggu (23/12/2012) sekitar pukul 16. 30 wib, sopir bus pembawa maut itu, belum diketahui identitasnya. Bahkan petugas yang disebar untuk mencari tahu dan menangkap sang sopir, belum membuahkan hasil. “Sopirnya belum tertangkap. Dia melarikan diri,’ kata Kasat Lantas.

Dijelaskan oleh AKP Rony Edy , tragedi maut itu bermula saat bus dari arah Lumajang, berkecepatan tinggi tersebut, mendahului tiga kendaraan yang berada di depannya. Mengetahui dari arah berlawanan (Utara) melintas truk tronton, sang sopir menghindar ke arah kiri. Lantaran bus tidak bisa dikendalikan, langsung menghantam APV yang berada di depannya.

Kendati telah menabrak sebuah mobil, bus tersebut, terus melaju hingga menghantam Avanza yang awalnya ditabrak Suzuki APV dari belakang. Avanza yang juga menghantam Taruna di depannya, disasak hingga terperosok  ke lobang di pinggir jalan. Tidak hanya ditabrak dan terperosok, Mobil salah satu rombongan yang hendak ke Gunung Bromo itu, ditindih.

Kasat lantas, belum mengetahui penyebab kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang itu. Ia  mengaku masih mendalami dan melakukan penyelidikan penyebabnya. “Belum diketahui pasti penyebabnya. Apakah rem Blong, atau yang lainnya,” kata AKP Rony Edy.
Penulis: Agus Purwoko
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
390622 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas