Laka Beruntun, Tiga Tewas

Tidak hanya ditabrak dan terperosok, Mobil salah satu rombongan yang hendak ke Gunung Bromo itu, ditindih.

Laka Beruntun, Tiga Tewas
surya/agus purwoko
Kondisi Avanza setelah ditindih dan dihantam bus. Sebelum di derek bus ini tidak miring, Avanza ini sebelumnya ada di bawah bus

Sedang delapan penumpang yang satu rombongan dengan korban selamat, tak tergores sedikitpun. Sebab mereka tidak satu mobil dengan tiga korban tewas dan tiga luka ringan. Empat penumpangnya mengendarai suzuki APV dan empat penumpang lainnya, mengendarai Daihatsu Taruna.

Kendati selamat, mereka tampak shok, dan histeris saat melihat avanza bernopol DK 1214 WK itu, berada di bawah bus yang menabraknya. Situasi tegang dan histeris semakin parah, saat korban dievakuasi oleh warga dari dalam avanza. Apalagi diketahui tiga penumpangnya, meninggal di tempat kejadian.

Korban tewas dan luka parah, seluruhnya warga Bali dan menaiki mobil Avanza bercat hitam.  Mereka yang meninggal  diantaranya, Biyan Dewa (32) asal Kabupaten Negara, Putu Diyah (16), pelajar asal Kabupaten Singaraja, dan Gusti Ayu  Kadek Wartani (53) tinggal di Kabupaten Negara. Sedang luka ringan, Dewa Setiawan (40), Kadek Diyah (15) dan Kadek Suryadi (39) luka ringan.

Mereka tewas lantaran terjepit di dalam mobil yang ditumpanginya. Avanza yang disopiri Dewa Setiawan (40) asal Kabupaten Negara itu, usai dihantam dari belakang, kemudian dipenyet atau ditindihi, bus Restu yang menabraknya. Enam korban bisa dievakuasi atau dikeluarjkan dari mobil, setelah Bus yang menindihi Avanza tersebut ditarik mobil derek.

Ke enam korban tersebut, langsung dilarikan ke RSU dr haryoto, Lumajang. Sementara sebagian penumpang selamat di dalam mobil Taruna dan  Suzuki APV, ada yang ikut ke rumah sakit. Sedang yang lainnya, tetap berada di tempat kejadian, menunggu evakuasi, selesai seluruhnya.

Salah satu penumpang Taruna, Gede Sidiarta, mengatakan tidak tahu pasti kronologi kecelakaan tersebut. Ia saat terjadi kecelakaan mengaku tidak melihat. Pria yang masih ada di TKP itu, mendengar dan merasakan saat Taruna yang ditumpanginya ditabarak dari belakang. “Saya berada di mobil paling depan. Jadi gak tahu kejadiannya. Begitu menoleh ke belakang mobil dibelakang kami, ditabrak bus,” ujarnya.

Menurutnya, rombongan tiga kendaraan tersebut, hendak ke pura di Gunung Bromo. Mereka dari Bali berangkat Sabtu malam dan tiba di Banyuwangi, Sabtu pukul 07.00 WIB pagi. Di Banyuwangi, mereka sempat ke pura Jambangan, setelah itu ke alas Purwo dan dilanjutkan ke Pure di Kecamatan Genteng. Mereka menginap di sekitar Pure tersebut dan Minggu pagi sekitar pukul 07. 00 WIB dari Genteng berangkat ke Bromo. “Sepulang dari Bromo, rombongan mau ke Pura Senduro, Lumajang. Yah. Karena dapat musibah, kemungkinan gak jadi ke Pura Senduro,” kata Gede Sidiarta saat di TKP.

Mukhlas ( 35) warga desa setempat, mengaku mengetahui kecelakaan beruntun siang itu. Saat itu, ia berada di luar rumahnya, tepatnya di pinggir jalan raya, sekitar 50 meter selatan rumanya. Ia mengatakan bus Restu yang datangnya dari arah selatan itu, berkecepatan tinggi. “Bisnya banter mas. Mau nyalip,” terang Mukhlas.

Saat bus jurusan Banyuwangi-Surabaya ini mendahului kendaraan APV, tiba-tiba dari arah berlawanan (Utara) muncul truk besar. Khawatir adu muka, kata Mukhlas, bus tersebut membanting ke arah kiri, hingga menabrak mobil suzuki  bernopol DK 1786 UE. Dibentur keras dari belakang, Apv bercat putih itu, menyeruduk avanza yang berada di depannya.

Kadek (28) sopir Suzuki Apv , usai menghantam kendaraan rekannya, kemudian membanting setir ke arahh kanan, hingga melintasi marka jalan dan berada di jalur kanan. Lepas dari APV, Bus yang disopiri Sunib, warga Lumajang itu, kemudian menhghantam Avanza dari belakang, hingga mobil bornopol DK 12 14 WK, menghantam Taruna bernopol DK 1739 DC, yang berada di depannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Agus Purwoko
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help