Perampok Berpistol Mainan Ternyata Karyawan PG
Pelaku yang saat perampokan Senin (17/12/2012) lalu sempat tepergok anak pemilik rumah
Penulis: Sutono | Editor: Rudy Hartono
Pelaku ternyata salah satu karyawan PG Djombang Baru, yang juga bekas anak buah penghuni rumah yang dirampoknya. Pelaku tersebut Hari Tri Tjahjono alias Yoyok (42), asal Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Nganjuk.
Kini pelaku harus mendekam dalam tahanan Mapolres Jombang. Pelaku yang saat perampokan Senin (17/12/2012) lalu sempat tepergok anak pemilik rumah, menyerahkan diri ke Polres Jombang.
“Usai menjalani pemeriksaan, tersangka kami masukkan tahanan untuk proses hukum selanjutnya. Tersangka kita jerat pasal 365 KUHP yakni pencurian dengan kekerasan,” jelas Kasubbag Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, Jumat (21/12/2012).
Dalam pemeriksaan, tersangka mengungkapkan baru pertama kali melakukan aksi kejahatan, Senin (17/12/2012) lalu, Hari melakukan aksi kejahatan dengan bekal korek api berbentuk pistol. Barang tersebut dibeli seharga Rp 85.000 di Surabaya.
Rumah yang disatroni milik bekas majikannya, Sampur Utomo, di rumdin PG Djombang Baru, Jl Panglima Sudirman Selain membawa pistol mainan, Hari juga membawa lakban. Rencananya, lakban digunakan membekap pemilik rumah.
Namun belum sempat mendapatkan barang berharga Hari mendapatkan tepergok Antok Widiarto (22), anak Sampur, yang melakukan perlawanan, sehingga pistol mainan terlepas. Yoyok akhirnya kabur, gagal mendapatkan barang berharga.
Tapi sebelum kabur, Rohimah (49), istri Sampur sempat mengenali wajah Yoyok. Maklum saja, pelaku hanya menutup mulutnya menggunakan masker warna hitam. Dari pengenalan istri Sampur itulah kejahatan Yoyok terendus.
"Daripada menjadi buronan polisi, lebih baik saya menyerahkan diri," kata Yoyok, ditirukan Sugeng Widodo. Pengakuaqn Yoyok, pistol mainan yang digunakan beraksi itu tujuannya untuk menakut-nakuti korbannya.
Diberitakan, dengan berbekal senjata api (senpi) jenis revolver mainan, seorang lelaku mencoba merampok kediaman Sampur Utomo, karyawan PG Djombang Baru, di rumah dinas PG setempat, Senin (17/12/2012) sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun ulah nekat itu berhasil digagalkan anak pemilik rumah setelah terjadi baku pukul. Saat kejadian, di rumah Sampur hanya ada anaknya, Antok Widiarto (22), dan istri Sampur, Rohimah (49). Sedangkan Sampur sendiri sudah berangkat ke kantor.