A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Nasib Honda K1 Nganjuk Ditentukan Hasil Investigasi - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Surya

Nasib Honda K1 Nganjuk Ditentukan Hasil Investigasi

Jumat, 21 Desember 2012 15:07 WIB
SURYA Online, NGANJUK - Nasib 1.531 tenaga honorer daerah (Honda) kategori satu (K1) khusus untuk wilayah Kabupaten Nganjuk menunggu hasil investigasi dan audit tim BPKP Pusat, Menpan, BKN Regional Jatim. Rencananya, verifikasi tersebut akan dilakukan mulai awal Januari 2013.

Anggota Komisi A DPRD Nganjuk, Joko Widiantoro mengatakan, investigasi dan audit ulang tersebut hanya dilakukan untuk tenaga Honda K1 di Kabupaten Nganjuk. "Artinya, investigasi itu sifatnya khusus dan tidak dilakukan di Kabupaten lain," kata Joko Widiantoro, Jumat (21/12/2012).

Dijelaskan Joko, salah satu materi investigasi yang bakal dilakukan kepada tenaga Honda K1 yakni terkait penerimaan dana insentif oleh para Honda K1 dari APBD. Pasalnya, sesuai aturan pemberian insentif bagi tenaha Honda K1 yang diambil dari APBD dilarang. Namun kalau pemberian gaji kepada Honda K1 justru diperbolehkan dan tidak melanggar aturan.

"Tentunya hasil investigasi itu juga menjadi dasar dari penentuan tenaga Honda K1 itu bisa diangkat sebagai pegawai negeri atau tidak," ucap Joko.

Oleh karena itu, ungkap Joko, karena investigasi tersebut cukup penting maka Komisi A DPRD Nganjuk ketika berkonsultasi di BPKP, BKN, dan Menpan meminta bisa mengikuti dan berkoordinasi dengan tim investigasi.
"Dengan demikian komisi A juga ikut melakukan pengawasan proses investigasi agar tidak ada kecurangan dan lainya," tutur Joko.
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Rudy Hartono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas