PT SJAP, Perkuat Pasar ke Timor Leste
Terkait jumlah produk makanan kaleng yang akan diekspor ke negara tetangga ini, Tjipto Santoso, mengaku masih belum dibicarakan
Penulis: Agus Purwoko | Editor: Satwika Rumeksa
Antonio datang ke perusahaan pengalengan makanan ini tidak sendirian, tetapi bersama direktur Ashkenazi Timor PTY LTD, Alberto De Carvalho. Menteri Antonio, datang ke perusahaan yang berlokasi di jalan raya jurusan Probolinggo-Surabaya, di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih ini, untuk menyaksikan penandatanganan Mou.
Yakni perjanjian atau kesepahaman kerjasama dibidang pemasaran sejumlah makanan dalam kaleng antara PT PT Sumber Jaya Abadi Perkasa dengan Ashkenazi Timor PTY LTD, sebuah perusahaan yang berlokasi di Timur Leste. “Rencananya, kami juga akan membangun pabrik pengalengan makanan di sana,” aku Tjipto Santosa, direktur PT SJAP.
Terkait jumlah produk makanan kaleng yang akan diekspor ke negara tetangga ini, Tjipto Santoso, mengaku masih belum dibicarakan. Kendati demikian, volume yang akan diekspor, sebanyak satu container. Selain itu ia menyebut, ekspor pertama jika tidak ada halangan, Januari 2013.
Ditambahkan, Timor Leste, tidak hanya mengimpor makanan kaleng dari Probolinggo. Tetapi, melalui menterinya, dalam jangka panjang negara yang merdeka 2002 ini, akan memperluas kerjasamanya, seperti di bidang peternakan, pertanian dan industri. “Ini kan pasar yang harus direspon,” jelas sang direktur.
Tawaran tersebut disambut hangat Tjipto Santoso. Menurutnya selain memperkuat pangsa pasar, tentunya kerjasama itu akan menyedot devisa dan membuka kesempatan kerja. Mengenai kerjasama di tiga bidang itu, ia mengatakan siap karena peternakan, pertanian dan industri ada di Probolinggo. Ia menyebut ada beberapa peternakan yang siap mensuplai.
Sedang menurut menteri Antonio Da Conceicao, kehadirannya di Probolinggo untuk melihat dari dekat PT SJAP, disamping menandatangani Mou. Dalam hal ini, kata menteri, perusahaan Ashkenazi Timor PTY LTD, yang dibawanya akan menjadi distributor produk makanan yang dihasilkan PT AJAP.
Ke depan, perusahaan Ashkenazi Timor PTY LTD, tidak hanya memasarkan dan memperkenalkan produk PT AJAP di negaranya, tetapi akan memperluas pasarrnya ke negara lain, terutama ke negara bekas jajahan Portugal. Menteri yakin, produk tersebut akan laku dan disukai. Mengingat negara yang perpenduduk 1,660 juta ini pernah memiliki hubungan emosional dengan negara Indonesia.
Apalagi, tambah menteri, untuk memenuhi kebutuhan warganya, Timor Leste masih tergantung impor dari negara lain. Seperti makanan, bahan bangunan atau konstruksi dan lain-lain. Menurutnya hampir 80 hingga 90 prosen kebutuhan warganya didatangkan atau diimpor dari Indonesia. “Produk kami yang diekspor ke negara lain, hanya kopi,” terang menteri.
Karenanya, peluang untuk memasarkan produk makanan ini masih terbuka untuk negaranya, bahkan ke negara-negara yang tergabung dalam Speaking Portuges Contris. Yakni sejumlah negara yang ada di benua Afrika, Brasil di Amerika Latin, Portugal di benua Eropa. “Kami yang akan memasarkan produk ini ke negara tersebut,” ujarnya.
Karenanya ia berharap, nantinya pihak PT SJAP, membangun pabrik makanan di negaranya, yang rasanya sesuai dan cocok dengan lidah warganya. Untuk sementara PT AJAP mengekspor makanan kaleng ke Timor listrik sekitar delapan macam yang namanya berbahasa Portugis (Portugal). Diantaranya, Samtum, Rendan, Assado Karao, Bifi, Manu Er Bilia, Calderada Calau, Calderada Manu, Calderada Bibi, Koto Be’en dan Ikan Molho.