Minggu, 19 April 2015

Minta Penundaan Lagi, Lapindo Empat Kali Gagal Bayar

Minggu, 16 Desember 2012 16:53

Akibatnya, perusahaan milik keluarga Bakrie ini minta tenggang waktu pengunduran hingga lima bulan ke depan. Ini berarti, pembayaran ganti rugi akan mulor lagi sampai bulan Mei 2013.

Asisten III Bidang Kesra Setdaprov Jatim Edy Purwinarto mengatakan, penundaan pembayaran ganti rugi korban Lapindo di dalam peta terdampak hingga Mei tahun depan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara PT MLJ dengan warga sendiri. Pemprov, kata Edy hanya sebatas diberi tahu saja.

"Tapi kita menyayangkan kembali  mundurnya pembayaran ganti rugi tersebut. Apalagi ini sudah yang keempat kalinya Lapindo minta  penundaan pembayaran ganti rugi," ujarnya, kepada Surya, Minggu (16/12/2012).

Menurut Edy, sebelum ditunda hingga Mei tahun depan, PT MLJ awalnya menyatakan akan menyelesaikan pembayaran semua ganti rugi korban Lumpur Lapindo di dalam peta terdampak pada tahun 2009. Tapi janji tersebut tak terbukti. Karena terus diprotes warga dan didesak oleh Gubernur Jatim Soekarwo, pada April 2012 PT MLJ bilang tetap berkomitmen menyelesaikan tanggungannya. Tapi syaratnya, mereka minta penundaan hingga Juni 2012 dan akan membayar ganti rugi dengan cara mencicil.

Tapi lagi-lagi batas waktu tersebut diingkari, PT MLJ tetap tak mampu melunasi janjinya. Warga yang marah kembali menggelar aksi massa dan menuntut janji yang sudah disampaikan. Akhirnya berdasar pertemuan warga dan DPRD Sidoarjo, MLJ minta waktu pembayaran ganti rugi diundur lagi hingga Desember tahun ini.

"Tapi penundaan ketiga itupun tak bisa ditepati, sampai akhirnya mereka (PT MLJ) minta ditunda hingga Mei tahun depan," tandas Edy.

Gagal bayarnya PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) sebelumnya ditegaskan oleh Gubernur Soekarwo. Orang nomor satu di Jatim ini menyatakan, PT MLJ dipastikan gagal membayar kekurangan ganti rugi korban lumpur di dalam peta terdampak pada akhir tahun 2012. Pasalnya hingga bulan  Desember ini, dari kekurangan hutang sebesar Rp 870 miliar, PT MLJ hanya menyatakan mampu membayar Rp 250 miliar saja.

Halaman12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Heru Pramono
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas