• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Surya

Peluang Ekspor Rotan Terbuka di 2013

Jumat, 14 Desember 2012 21:56 WIB
SURYA Online, SURABAYA-Pelaku industri dan pengrajin rotan bisa memanfaatkan kesempatan untuk mengmebangkan usaha dan melakukan ekspor tahun depan. Peluang ekspor rotan di tahun 2013 diprediksi bisa meningkat karena permintaan dari mancanegara diperkirakan akan kembali masuk ke Indonesia.

Jika beberapa tahun terakhir julah ekspor rotan dari Indonesia dan Jatim cenderung di level rendah, jumlah itu diharapkan bisa kembali meningkat.

Direktur PT Prospek Manunggal Era Industri, Peter Tjioe menyebut tren kenaikan ekspor di tahun 2013 bukan hanya bisa terjadi untuk produk dari bahan rota, tapi juga untuk bahan kayu. “Harusnya tahun depan naik karena pembeli yang seblumnya ambil dari Vietnam dan China bisa berbelok lagi ke Indonesia dan harusnya bisa ada kenaikan signifikan dari industri dan pengrajin rotan,” ujar Peter.

Permintaan internasional bisa kembali ke Indonesia karena stok bahan baku di Indonesia sebenarnya paling dominan. Indonesia menguasai 80 persen bahan baku rotan di dunia. Jadi ketika suplai dari negara lain sudah mulai berkurang, para pembeli akan kembali mencari ke Indonesia.

“Yang menjadi pekerjaan rumah sebenarnya adalah bagaimana para pelaku usaha rotan memproduksi dan menjual produk kualitas terbaik dengan segmen midle up dunia, Kita sudah menang di bahan baku jadi jangan mau produk-produk kita disamakan dengan produk murah terus,” pesan Peter.

Meski tren ekspor rotan bisa naik, perlu diperhatikan ulah spekulan bahan baku dan dampak penetapan UMK di Jatim yang dikhawatirkan bisa mengganggu produksi. Saat ini bahan baku rotan masih terdampak aturan pembatasan ekspor. Harga bahan baku meningkat sekitar 15 persen dengan kisaran harga rotan saat ini Rp 6.500 per kg.

Ketua Umum DPP Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan (AMKRI) Jatim, Nur Cahyudi mengatakan produksi rotan Jatim terus tumbuh. Melihat peluang yang ada di tahun 2013, dimungkinkan ekspor produk rotan juga masih tumbuh. “Meskipun pelan tapi ini terus kembali tumbuh, kami perkirakan tahun depan masih bisa ada pertumbuhan sekitar 10 persen dari sekarang,” ujar Nur Cayudi.

Untuk meningkatkan kuantitas dan klualitas produk-produk rotan, AMKRI menjalankan beberapa program pelatihan. Pelatihan yang dibuat berupa sinergi antara para pengrajin rotan, UKM-UKM dan perusahaan produk rotan.
    
Nur Cahyudi menyebut secara nasional realisasi ekspor rotan di Tahun 2011 mencapai angka 200 juta dolar AS. Tahun ini target ekspor ditargetkan naik jadi 275 juta dolar AS. Dari nilai itu 40 persen di antaranya merupakan kontribusi dari industri rotan Jatim.

Berdasarkan data terakhir semester pertama tahun ini Dinas Perindustrian Jatim, industri rotan Jatim diperkirakan mencapai 135 unit usaha dengan 3.725 tenaga kerja. Nilai produksi yang dihasilkan sebesar Rp 67,08 miliar dan menyerap investasi sebesar Rp 49,06 miliar.
Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
379401 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas