Kamis, 11 Juni 2026

HAM Yang Cocok Dari Pancasila

“Sebaliknya, ketika Israel sedang ribut dan melukai Palestina, tak ada aktivis HAM yang berani angkat suara,”

Tayang:
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, PASURUAN - Perdamaian di dunia bisa terwujud, jika semua insan bisa menghargai dan menghormati Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, nahasnya, HAM yang digembar-gemborkan bisa mewujudkan perdamaian ini hingga kini belum memiliki konsep yang jelas.

Mantan Ketua Umum Nahdlatul Utama (NU), KH Ahmad Hasyim Muzadi mengungkapkan hal tersebut, dalam Dialog Kebangsaan di Gedung Pemkab Pasuruan, Minggu (2/12/12) sore.

Menurut Hasyim Muzadi, HAM memang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun. Namun, terkait pelanggaran HAM ini, sejauh ini belum diidentifikasi dengan gamblang secara tertulis dalam undang-undang. Semuanya masih sebatas mengecam, bahwa semua sektor tidak boleh melanggar HAM dan harus menghormatinya.

Namun, terangnya, pelanggaran HAM akan diklaim oleh pihak yang paling ‘cepat’ merasa dilanggar HAM-nya. Apa yang disebut sebagai pelanggaran HAM, adalah yang sesuai dengan pemikiran barat.  Misalnya, ketika ada ribut-ribut yang menyangkut pelakunya adalah umat Islam, maka aktivis HAM (dengan pemikiran barat) mengklaimnya sebagai sebagai pelanggaran HAM. “Sebaliknya, ketika Israel sedang ribut dan melukai Palestina, tak ada aktivis HAM yang berani angkat suara,” kata Hasyim Muzadi.

Pemahaman HAM seperti ini, disebut Hasyim Muzadi, sebagai HAM versi Westernis. Selain HAM Westernis, diterangkan Hasyim, juga dikenal HAM versi lainnya, yakni HAM Humanis yang mengutamakan masalah-masalah kemanusiaan secara global. “Dan untuk Indonesia, konsep HAM yang paling cocok adalah HAM yang berangkat dari Pancasila,” imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved