A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

HUT OPM, Polri Tambah Pasukan di Papua - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Surya

HUT OPM, Polri Tambah Pasukan di Papua

Jumat, 30 November 2012 19:07 WIB
SURYA Online, JAKARTA - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengatakan, Polri menambah pasukannya di Papua menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-51 Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Sabtu (1/12/2012) besok.

"Penambahan pasukan polisi dengan disertai distribusi pasukan di semua wilayah (Papua)," kata Timur di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (30/1/2012).

Timur menjelaskan, tujuan penambahan jumlah personel polisi sebagai langkah antisipatif mengingat dinamika konflik yang terjadi di Papua. Ia juga mengimbau jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Secara prosedur semua sudah siap mengantisipasi hal yang tidak kita harapkan," ujar Timur.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI Marciano Norman menilai, OPM berusaha menunjukkan eksistensinya menjelang peringatan HUT Ke-51, Sabtu (1/12/2012) besok. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kata Marciano, aparat keamanan disiagakan di seluruh Papua.

"Seluruh aparat di daerah (Papua) sudah mengantisipasi hal itu dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar hal itu dapat terkelola dengan baik," ujar Marciano di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (30/11/2012).

Ia mengungkapkan, tensi separatisme di Papua memang meningkat. Hal itu dapat dibuktikan dengan aksi penghadangan yang disertai kontak sentaja. Akan tetapi, tindakan preventif tetap diserahkan kepada Kapolda, Panglima, dan Gubernur Papua. Sebab, pemangku kepentingan itu dapat menetapkan langkah tepat dalam mengatasi dan mengantisipasi separatisme.

"Sebab itu, semua kekuatan tetap ada di wilayah. Tidak ada penambahan-penambahan pasukan," ujarnya.

Terkait HUT OPM, pemerintah tidak menginginkan adanya tindakan-tindakan yang menonjol. Tindakan itu, kata Marciano, seperti pengibaran bendera Bintang Kejora. Ia menegaskan, aparat tak akan kecolongan.

Sebelumnya, seperti diberitakan, rombongan Kapolda Papua Inspektur Jenderal Tito Karnavian terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Desa Indawa, Distrik Tiom, Kabupaten Lany Jaya, Papua, Rabu (28/11/2012) sore. Baku tembak tersebut berlangsung selama lebih kurang dua jam dalam radius 100 meter.

Rentetan peristiwa ini berawal dari penyerangan terhadap Markas Kepolisian Sektor Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua, Selasa (27/11/2012) sekitar pukul 05.00 Wita. Sekelompok orang tak dikenal mengeluarkan tembakan yang menyebabkan dua anggota polisi tewas dan satu lainnya hilang. Salah seorang anggota polisi yang tewas ditembak adalah Kepala Polsek Pirime.
Editor: Suyanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas