A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Juara Dunia Asal China Ajari Seni Menggunting Kertas - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Surya

Juara Dunia Asal China Ajari Seni Menggunting Kertas

Selasa, 27 November 2012 18:56 WIB
Juara Dunia Asal China Ajari Seni Menggunting Kertas
surya/sylvianita widyawati
Istri Sekda (kiri) dan istri Wakil Bupati Malang bersama Jajuk Rendra Kresna, istri Bupati Malang mendapat kenangan hasil kreasi menggunting kertas dari jawara dunia asal China.
SURYA Online, MALANG-Ibu-ibu penggerak PKK Kabupaten Malang dan GOW (Gabungan Organisasi Wanita) mendapat tambahan pengalaman seni. Dua juara dunia seni menggunting kertas asal Kota Hang Chou, Provinsi Fujian, China datang ke Kabupaten Malang membagikan keteranpilan mereka. Dua orang itu adalah Cang Cen Rung (46) dan Kao Siau Bing (44). Dengan bekal kertas sokhong dan gunting, maka bisa dihasilkan banyak gambar.

"Ibu-ibu disini termasuk cepat mengerti ketika diajarkan," komentar Kao Siau Bing usai menjadi tutor buat para ibu di Ruang Anusapati, Pemkab Malang, Selasa (27/11/2012). Jika bisa menguasai seni menggunting kertas ini, hasil karyanyanya bisa jadi pajangan laiknya lukisan. Sebab bisa berbentuk gambar tertentu.

Bagi yang masih level pemula, tampaknya harus membuat gambar dulu, baru digunting. Tapi, dua jawara dunia ini sudah mahir sekali. Apa yang mereka mereka lihat, bisa mereka terjemahkan dengan menggunting kertas dan menghasilkan sebuah gambar. "Bisa gambar wajah, orang, flora, fauna dll," cerita Bing.

Maklum, Bing sudah 30 tahun bergelut dengan seni menggunting kertas. Ayah ibu dan neneknya memiliki ketrampilan itu. Sehingga ia pun sudah terbiasa dengan seni menggunting kertas. Neneknya, sampai berusia 94 tahun masih aktif melakukan itu.

Dari seni ini, bisa dijadikan mata pencaharian. Karya Bing bahkan ada yang terjual hingga Rp 30 juta. Tapi ia tidak melulu profit oriented. Sebab, ada visi lain juga ingin ia sebarkan, yaitu memberikan ilmu yang dimiliki kepada orang lain.

Sehingga seni menggunting kertas ini bisa makin mendunia. Hasil dari kreasi seninya, biasanya dimasukkan pigura dan dijadikan pajangan. Saat ulang tahun Kabupaten Malang, Bing berencana memberikan kado hasil gunting kertasnya berukuran 1,25 meter x 1 meter kepada Bupati Malang yang telah diberi pigura. Ada aneka gambar, termasuk ikan. Ia mengerjakan selama dua minggu. Beberapa ibu pejabat Pemkab Malang yang ikut dalam pelatihan itu ada yang membuat gambar kupu-kupu, ikan, kambing dll.

"Saya tadi mau membuat bunga. Karena ada gambar yang tergunting, akhirnya malah jadi ikan terbang," cerita Jajuk Rendra Kresna, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang. Hasilnya adalah dua ikan terbang berhadapan. Ia mengaku, seni menggunting kertas menarik.

"Saya pesan ke ibu-ibu yang ikut pelatihan ini, terutama yang guru, saya minta untuk mengajarkan lagi ke murid-muridnya seni melipat dan menggunting ini," tuturnya.

Sebab hasilnya bisa menjadi seni yang indah. Hasil karya dua jawara dunia ini sangat  detil sehingga seperti tidak dari guntingan. Sucipto, penghubung acara ini menyatakan, seni menggunting kertas sudah ada di China sejak 2000 tahun lalu dan berkembang hingga saat ini
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas