• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 30 September 2014
Surya

Bupati Sumenep, Larang Mobil Pribadi Pakai Premium

Senin, 26 November 2012 19:20 WIB
SURYA Online, SUMENEP-Terobosan baru yang dilakukan Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim untuk mengantisipasi semakin berlanjutnya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya di Kabupaten Sumenep adalah dengan akan mewajibkan bagi pemilik atau pengguna mobil pribadi menggunakan BBM non subsidi.

Bupati Busyro telah memerintahkan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Setkab Sumenep, Syaiful Bahri untuk membuat surat edaran ataupun peraturan bupati terhadap larangan penggunaaan BBM bersubsidi kepada mobil pribadi yang akan diberlakukan awal Desember ini untuk wilayah Kabupaten Sumenep.

Sedangkan BBM berupa solar dan premium hanya disediakan dan dapat dibeli oleh mobil angkutan umum (MPU) atau mobil barang yang khusus umum. Peraturan baru bupati ini juga akan diberlakukan bagi pedagang BBM eceran atau agen BBM, tentang memberlakukan jam membeli BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep, KH Abuya Busyri Karim mengatakan, peraturan bupati yang akan segera diberlakukan itu untuk segera mengakhiri krisis BBM yang saat ini terjadi di Sumenep, Sehingga kemudian berdampak pada lumpuhnya beberapa aktifitas perekonomian dan dampak lain yang timbul akibat kelangkaan BBM.

"Jadi ini saya kira merupakan langkah tepat untuk mengakhiri krisis BBM yang terjadi sepekan terakhir ini. Kami tegaskan bagi pengguna mobil pribadi, wajib menggunakan BBM non subsidi, selebihnya BBM bersubsidi hanya untuk MPU dan angkutan barang," tandas Bupati Busyro usai menghadiri sidang paripurna di DPRD Sumenep, Senin (26/11/2012).

Untuk selanjutnya, imbuh Busyro, aturan larangan mobil pribadi menggunakan atau membeli BBM non subsidi secara teknis akan dikoordinasikan dengan para pihak, utamanya pihak kepolisian dan instansi lain yang terkait. "Kita harapkan awal bulan depan sudah bisa diterapkan dan peraturan itu mengikat bagi sejumlah SPBU di Sumenep,’’ pungkasnya.

Sementara itu, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar selama sepekan terakhir di Sumenep, membuat warga harus antre di SPBU dari pagi hari hingga malam hari untuk mendapatkan BBM. Hal itu ditandai dengan antrean panjang bahkan di SPBU Kolor – Sumenep, antrean panjang hingga mencapai 1,5 kilometer.

Kelangkaan BBM ini terjadi dikarenakan kuota BBM bersubsidi untuk wilayah Kabupaten Sumenep sudah hampir habis. Sehingga pertamina melakukan pembatasan distribusi BBM hingga 31 Desember 2012 mendatang. Jata premium hanya 55 ribu kiloliter, sedangkan jatah solar hanya 30 ribu kiloliter. Itu pun saat ini sudah tinggal 1.100 kiloliter
Penulis: Moh Rivai
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
355541 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas