A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

50 Pendekar Tiban Adu Sakti - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Surya

50 Pendekar Tiban Adu Sakti

Minggu, 25 November 2012 19:26 WIB
50 Pendekar Tiban Adu Sakti
surya/cornelius vryan
Pendekar tiban adu kesaktian
SURYA Online, KEDIRI-Sebanyak 50 pendekar terlibat dalam adu tiban di Lapangan Pasar Sapi, Desa Purwodadi, Kecamatan Ngadiluwih, Minggu (25/11/2012). Kegiatan ini merupakan rangkaian grebeg Suro yang menjadi kegiatan rutin tahunan masyarakat desa setempat.

Dalam pentas kesenian ini, dua pendekar saling beradu kemampuan bela diri. Masing - masing bersenjata cambuk dan saling mencambuk tubuh lawannya hingga berdarah. Biasanya camuk yang digunakan berasal dari lidi pohon aren yang mereka sebut dengan ujung.

Diyakini jika kesenian ini digelar maka akan segera turun hujan. Namun meski saat ini hujan mulai mengguyur wilayah Kediri, kesenian ini tetap digelar sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur. Dalam pentas kesenian tiban, ada beberapa aturan yang harus ditaati setiap pendekar yang bertanding.

Di antara aturan tersebut yakni, tidak diperbolehkan memukul selain menggunakan cambuk, dalam mencambuk lawan tidak diperkenankan pada bagian kepala dan alat vital.

Menurut Milan, wasit dalan pentas kesenian tiban kali ini, para pendekar yang tampil  berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Ponorogo, Madiun, Blitar, Tulungagung serta Kediri sendiri. Mereka sengaja datang untuk mengikuti prosesi kegiatan ritual dan menjajal ilmu yang mereka miliki. Pasalnya, dipercayar para pendekar tiban memiliki ilmu kebal.

 ‚ÄúSetiap perserta diberi kesempatan lima kali untuk mencambuk tubuh lawannya. Kemudian ganti lawannya yang mencambuk," ujarnya.

Kojin, salah satu peserta dari Desa Jambean, Kecamatan Kras mengaku sudah terbiasa mengikuti acara tiban. Menurutnya, selain sebagai ajang silaturahmi dengan sesama jawara tiban, juga untuk mengasah kemampuan supra natural sewaktu bulan suro.

"Ibarat senjata tajam, bulan suro ini masa pengasahan. Dipertajam supaya bisa dimanfaatkan. Salah satunya dengan adu kesaktian diajang tiban ini," ungkap Kojin
Penulis: Cornelius Vrian
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
354322 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas