A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Permintaan Daging di pasar Tradisional Melonjak - Surya
Jumat, 28 November 2014
Surya

Permintaan Daging di pasar Tradisional Melonjak

Jumat, 23 November 2012 15:57 WIB

SURYA Online, MALANG - Permintaan daging sapi di pasar tradisional hari ini mengalami kenaikan hingga 100 persen. Faktornya konsumen dari kalangan penjual bakso mulai antisipasi mogoknya jagal sapi selama satu minggu.

Salah satu pedagang daging di pasar Merjosari, Husniyah, mengaku hari ini permintaan naik, khusus hari ini ia memotong hingga tiga ekor sapi. "Untuk pelanggan yang punya toko besar, bisanya membeli satu kuintal, sekarang membeli 1,5 kuintal. Dan untuk yang pedagang bakso kecil-kecil juga membeli lebih banyak," kata Husniyah, Jumat (23/11/2012).

Terkait rencana jagal yang tidak memotong, Husniyah hanya mengikuti peraturan saja. "Kalau diminta tidak memotong ya tidak motong. Meski motong juga sama-sama rugi, karena harga sapi naik, tapi daging sulit naik," kata Husniyah

Sampai kapan pihaknya tidak berjualan, Husniyah hanya mengikuti. Menurutnya, sampai kapan tidak berjualan, belum ada kepastian dari jagal.

Hal senada dikatakan Marhatin, penjual daging di Pasar Besar Malang. Menurutnya, beberapa pelanggannya memenita daging tambahan untuk hari ini. Sehingga mau tidak mau ia harus menuruti pelanggannya.

Ia berharap, adanya aksi dari jagal ini, bisa menurunkan harga sapi dan juga harga daging. Sebab, jika tidak turun, maka kebanyakan para pedagang bakso akan mencampur baksonya dengan daging ayam atau daging lainnya.

Sementara Direktur Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Joko Sudadi, mengatakan, meski dipasar permintaan naik, namun pemotongan hewan di RPH hari ini tidak ada kenaikan.

Terkait masalah mogoknya jagal sapi, kata Joko, mogoknya jagal di Kota Malang ini, karena aksi solidaritas dengan para jagal di Jatim. "Kami sudah bicara dengan para jagal, jika dalam rapat nanti pedagang daging mau menyesuaikan harga, jagal malang tidak akan mogok lama, kemungkinan hanya satu hari," kata Joko.

Menurutnya, jika memang nanti jagal mogok, RPH tetap akan buka. Karena, para jagal tidak memounyai hak untuk menutup RPH. "Yang punya hak penutup RPH hanya Walikota," tegas Joko.

Mengenai kerugian, jika para jagal mogok, kata Joko setiap harinya ada masukan sekitar Rp 2,2 juta. Dan jika jagal nanti mogok selama lima hari, kerugiannya mencapai Rp 10 juta lebih.
Penulis: Lailatul Maulidiyah
Editor: Rudy Hartono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas