Senin, 31 Agustus 2015

Massa Desak DPRD Anulir Keputusan KPU

Senin, 12 November 2012 18:32

Pengunjuk rasa terdiri, kiai, pria dan kalangan ibu-ibu mendesak DPRD Pamekasan menganulir keputusan KPU Pamekasan, yang telah mencoret pasangan bacabup Asri untuk maju pilkada pada Januari 2013 mendatang.

Sebab mereka menilai, berkas persyaratan milik pasangan Asri sudah lengkap, namun ketika penetapan pada Jumat (9/11/2012) lalu, pasangan Asri tidak diloloskan. Tindakan KPU ini cenderung tidak adil. Karena itu mereka minta agar pasangan Asri lolos dan mengikuti pilkada.

Unjuk rasa yang berlangsung selama 5 jam, mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB, dijaga ratusan aparat keamanan teridi atas Dalmas Polda Jatim, Polres Sumenep, Polres Malang dan Polres Pamekasan.

Sementara Jl Kabupaten depan kantor DPRD dan pendopo Ronggo Sukowati, dinyatakan tertutup. Arus lalulintas dialihkan ke Jl Pintu Gerbang, Jl Dirgahayu dan Jl Bahagia. Begitu juga Jl Barawijaya tertutup untuk umum, lantara sejak Sabtu (10/11/2012)lalu, diduki pengunjuk rasa pendukung Asri.

Akibat unjuk rasa ini, seluruh siswa SDN Bugih II, III dan V, yang terletak di Jl Kabupaten dan Jl Pamongpraja, terpaksa dipulangkan lebih awal. Dan kebetulan, kantor DPRD berada dalam satu halaman dengan kantor Pemkab Pamekasan, maka sebelum unjuk rasa bubar, pegawai pemkab maupun anggota dewan tidak bisa masuk dan tidak bisa ke luar. Karena pintu masuk sebelah timur ditutup dengan truk dan gerombolan massa. Sedang pintu ke luar di sebelah barat, ditempati pengunjuk rasa.

Juru bicara kiai, K Abul Ghafur, pengasuh Ponpes Al Mujtamak, Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, mengatakan, kedatangan sejumlah kiai ke DPRD Pamekasan ini, atas permintaan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap tindakan KPU Pamekasan yang telah mencoret pasangan Asri.

Menurut Abdul Ghafur, jika KPU bertindak adil, maka tiga pasangan bacabup dan bacawabup Pamekasan, yang sudah menyerahkan berkas persyaratan ke KPU dicoret semua atau ketiga-tiganya diloloskan.

Halaman12
Penulis: Muchsin
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas