• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Surya

Massa Desak DPRD Anulir Keputusan KPU

Senin, 12 November 2012 18:32 WIB
SURYA Online, PAMEKASAN – Sekitar 1.500 massa pendukung pasangan bakal calob bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Pamekasan, Achmad Syafii – Khlolil Asyari (Asri) unjuk rasa ke kantor KPU dan DPRD Pamekasan, Senin (12/11/2012).
 
Pengunjuk rasa terdiri, kiai, pria dan kalangan ibu-ibu mendesak DPRD Pamekasan menganulir keputusan KPU Pamekasan, yang telah mencoret pasangan bacabup Asri untuk maju pilkada pada Januari 2013 mendatang.
 
Sebab mereka menilai, berkas persyaratan milik pasangan Asri sudah lengkap, namun ketika penetapan pada Jumat (9/11/2012) lalu, pasangan Asri tidak diloloskan. Tindakan KPU ini cenderung tidak adil. Karena itu mereka minta agar pasangan Asri lolos dan mengikuti pilkada.
 
Unjuk rasa yang berlangsung selama 5 jam, mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB, dijaga ratusan aparat keamanan teridi atas Dalmas Polda Jatim, Polres Sumenep, Polres Malang dan Polres Pamekasan.
 
Sementara Jl Kabupaten depan kantor DPRD dan pendopo Ronggo Sukowati, dinyatakan tertutup. Arus lalulintas dialihkan ke Jl Pintu Gerbang, Jl Dirgahayu dan Jl Bahagia. Begitu juga Jl Barawijaya tertutup untuk umum, lantara sejak Sabtu (10/11/2012)lalu, diduki pengunjuk rasa pendukung Asri.
 
Akibat unjuk rasa ini, seluruh siswa SDN Bugih II, III dan V, yang terletak di Jl Kabupaten dan Jl Pamongpraja, terpaksa dipulangkan lebih awal. Dan kebetulan, kantor DPRD berada dalam satu halaman dengan kantor Pemkab Pamekasan, maka sebelum unjuk rasa bubar, pegawai pemkab maupun anggota dewan tidak bisa masuk dan tidak bisa ke luar. Karena pintu masuk sebelah timur ditutup dengan truk dan gerombolan massa. Sedang pintu ke luar di sebelah barat, ditempati pengunjuk rasa.
 
Juru bicara kiai, K Abul Ghafur, pengasuh Ponpes Al Mujtamak, Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, mengatakan, kedatangan sejumlah kiai ke DPRD Pamekasan ini, atas permintaan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap tindakan KPU Pamekasan yang telah mencoret pasangan Asri.
 
Menurut Abdul Ghafur, jika KPU bertindak adil, maka tiga pasangan bacabup dan bacawabup Pamekasan, yang sudah menyerahkan berkas persyaratan ke KPU dicoret semua atau ketiga-tiganya diloloskan.
 
Namun yang terjadi, KPU mencoret pasangan Asri yang sudah lengkap persyaratannya. “Kami minta tuntutan ini dipenuhi, jika tidak maka kami akan menduduki kantor DPRD,” kata Abdul Ghafur.
 
Selanjutnya Kapolres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman, mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPRD Pamekasan. Sedang pengunjuk rasa di luar terus berorasi. “Kami minta DPRD Pamekasan, merekomendasi KPU agar menganulir keputusannya,” kata pengunjuk rasa.
 
Setelah melakukan pertemuan antara kiai, Polres dan DPRD, akhirnya Plt Ketua DPRD Pamekasan, Halili, menemui pengunjuk rasa dan mengatakan, untuk membahas tuntutan massa, ia akan menggelar rapat dengan pimpinan dewan. “Kami beri waktu, Rabu besok, kami sudah bisa memberika jawaban,” kata Halili.
 
Menyangkut permintaan mereka ingin bertemu Bupati KH Khalilurrahman, Halili mengungkapkan, jika bupati bersedia bertemu dengan perwakilan pengunjuk rasa, terdiri atas dua ulama, dua wanita dan tiga mahasiswa.
 
Setelah Plt Ketua DPRD Halili, menyampaikan pesan, dilanjutkan dengan pernyataan Kapolres Nanang Chadarusman dan ulama, meminta masyarakat tenang dan pulang dengan tertib.
Penulis: Muchsin
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
338691 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas