Sabtu, 25 April 2015

Animator Dukut Hadiahi Patung Bung Karno

Jumat, 2 November 2012 20:10

Animator Dukut Hadiahi Patung Bung Karno
surya/imam taufiq
Patung BK sedang dipasang di Istana Gebang

Jumat (2/11) siang, benda antik itu tiba di Kota Blitar dengan diantarkan langsung Hendro Poncoworo (55), putera Dukut Hendronoto. Siang itu juga, untuk patung berukuran 2,8 meter itu langsung dipasang di halaman Istana Gebang, dengan maksud buat 'menyapa' para pengunjung yang datang.

Sebab, selama ini di halaman rumah bersejarah itu memang belum ada patung sebesar itu. Yang ada di dalamnya, hanya lukisan Bung Karno dan peninggalan benda antik lainnya, seperti keris.

Sedang satu patung lagi, hanya berukuran 85 cm x 70 cm atau setengah badan. Sementara, dua reliefnya masing-masing berukuran 4,2 m x 120 cm dan dan 2,40 cm x 2,6 m. Namun, untuk pemasangan ketiga benda itu masih dicarikan  lokasi yang tepat, apakah di luar atau di dalam.

Rencana semula, keempat benda itu akan ditaruh di komplek makam Bung Karno dan di dalam perpustakaan BK, yang terletak di depan makam tersebut. Namun karena pertimbangan di makam dan di perpustakaan itu sudah ada patung BK sehingga dialihkan ke Istana Gebang yang kini jadi cagar wisata setelah dibeli Pemkot Blitar dari ke-11 ahli warisnya.

Menurut Hendro, dua patung dan dua relief itu punya nilai sejarah yang tinggi. Selain merupakan buah karya Dukut sendiri juga sengaja dibuat khusus untuk Bung Karno. Hanya saja selama ini belum sempat dibawa ke Blitar dan hanya disimpan di rumahnya di Jl Kartanegara, Kemayoran Baru, Jakarta selatan.

"Memang sangat tepat kalau ditaruh di sini karena di sini merupakan kota kelahiran Bung Karno dan sekaligus terdapat makamnya, sehingga bisa menambah kelengkapan sejarah," tutur Hendro.

Untuk kedua patung itu tak ada tulisan apapun berbeda dengan kedua relief itu. Masing-masing reliefnya terdapat pesan khusus. Misalnya, relief yang berukuran 4,2 m x 120 cm itu bergambarkan seorang prajurit yang sedang menjebol tanaman dengan enam tangannya.

Halaman123
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas