A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Animator Dukut Hadiahi Patung Bung Karno - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Surya

Animator Dukut Hadiahi Patung Bung Karno

Jumat, 2 November 2012 20:10 WIB
Animator Dukut Hadiahi Patung Bung Karno
surya/imam taufiq
Patung BK sedang dipasang di Istana Gebang
SURYA Online, BLITAR - Koleksi benda bersejarah di Istana Gebang, rumah semasa kecil Bung Karno (BK), di Jl Gebang, Kelurahan/Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, kini bertambah empat buah lagi. Itu tak lain pemberian Dukut Hendronoto, animator pertama di Indonesia, yakni, dua patung dan dua relief yang dibuat tahun 1969 di saat Bung Karno sedang sakit keras.

Jumat (2/11) siang, benda antik itu tiba di Kota Blitar dengan diantarkan langsung Hendro Poncoworo (55), putera Dukut Hendronoto. Siang itu juga, untuk patung berukuran 2,8 meter itu langsung dipasang di halaman Istana Gebang, dengan maksud buat 'menyapa' para pengunjung yang datang.

Sebab, selama ini di halaman rumah bersejarah itu memang belum ada patung sebesar itu. Yang ada di dalamnya, hanya lukisan Bung Karno dan peninggalan benda antik lainnya, seperti keris.

Sedang satu patung lagi, hanya berukuran 85 cm x 70 cm atau setengah badan. Sementara, dua reliefnya masing-masing berukuran 4,2 m x 120 cm dan dan 2,40 cm x 2,6 m. Namun, untuk pemasangan ketiga benda itu masih dicarikan  lokasi yang tepat, apakah di luar atau di dalam.

Rencana semula, keempat benda itu akan ditaruh di komplek makam Bung Karno dan di dalam perpustakaan BK, yang terletak di depan makam tersebut. Namun karena pertimbangan di makam dan di perpustakaan itu sudah ada patung BK sehingga dialihkan ke Istana Gebang yang kini jadi cagar wisata setelah dibeli Pemkot Blitar dari ke-11 ahli warisnya.

Menurut Hendro, dua patung dan dua relief itu punya nilai sejarah yang tinggi. Selain merupakan buah karya Dukut sendiri juga sengaja dibuat khusus untuk Bung Karno. Hanya saja selama ini belum sempat dibawa ke Blitar dan hanya disimpan di rumahnya di Jl Kartanegara, Kemayoran Baru, Jakarta selatan.

"Memang sangat tepat kalau ditaruh di sini karena di sini merupakan kota kelahiran Bung Karno dan sekaligus terdapat makamnya, sehingga bisa menambah kelengkapan sejarah," tutur Hendro.

Untuk kedua patung itu tak ada tulisan apapun berbeda dengan kedua relief itu. Masing-masing reliefnya terdapat pesan khusus. Misalnya, relief yang berukuran 4,2 m x 120 cm itu bergambarkan seorang prajurit yang sedang menjebol tanaman dengan enam tangannya.

Di bawahnya terdapat tulisan, kita bukan Bangsa pengemis, kita taruhkan kemerdekaan dengan darah patriot-patriot bangsa. Sedang, di bawah sebelah kanan, terdapat tulisan dihancurkan melalui budaya.

Sedang relief satunya bergambarkan kepala Bung Karno berukuran 2,4 m x 260 cm. Tepat, di bawah gambar kepala BK itu terdapat tulisan wafat Minggu Kliwon 21 Djuni 1970 genap berusia 69 tahun dan Bersatulah Bangsaku.

Hendro, menuturkan, barang langka itu dibuat tahun 1969 di saat Bung Karno sakit. Pada zaman itu, menurut Hendro, BK lagi dikuyo-kuyo karena dituduh terlibat organisasi terlarang sehingga tak sembarang orang berani memiliki gambarnya apalagi mendekat.

Namun, Dukut dengan keahlihannya berani membuat dua patung dan dua relief tersebut. Alasannya, hanya sederhana karena ia sangat kagum pada Sang Proklamator tersebut.

Sebagai barang antik dan karya animator besar, dua patung dan dua relief itu bukan berarti tak dilirik para kolektor. Berulangkali, barang itu telah  diburu para kolektor mulai lokal sampai luar negeri.  Namun, oleh Hendro, tak tergiur melepasnya.

"Banyak yang mau beli. Ada juga yang pernah menawar miliran namun tak kami lepas. Bahkan, anaknya Bung Karno sendiri, Bu Sukmawati pernah menawar patung yang setengah badan ini, namun tak kami berikan. Katanya, itu akan dipasang di Universitas Bung Karno," ujar Hendro.

Bagi Hendro dan keluarganya, seni tak bisa dinilai harganya apalagi ini patungnya sang Proklamator.

Dijelaskannya, Dukut itu merupakan temannya Bung Karno karena semasa remajanya dulu, mereka sering bertemu. Maklum, saat itu Dukut tinggal di samping Istana Negara, di Jl Medan Merdeka Utara sehingga kalau pagi  sering dipanggil BK untuk menemani coffee morning.

M Sidig, Kabag Humas Pemkot Blitar mengatakan, Pemkot sangat berterima kasih dengan pemberian itu. Nantinya, pada 10 Nopember mendatang, patung di halaman Istana Gebang itu akan diresmikan. "Dipastikan, itu akan menambah daya tarik wisatawan yang datang ke Kota Blitar," ungkapnya
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas