Selasa, 23 Desember 2014
Surya

Pasar Induk Gadang Sekarang

Kamis, 1 November 2012 19:12 WIB

Pasar induk Gadang (PIG) merupakan pasar tradisional terbesar di Malang. Menempati bekas lahan terminal Gadang, PIG buka 24 jam. Dengan lokasi yang strategis, area penjualan yang luas, keragaman barang, harga yang rendah, sistem tawar menawar, menjadi keunggulan pasar tradisional. Tentu jauh berbeda dengan pasar modern kini.

Denyut kehidupan PIG paling ramai dari pukul 00.00 sampai 05.00 WIB. Pedagang di PIG cukup menggelar tikar di jalan sebagai wadah dagangan mereka. Aksi tawan menawar pun terjadi antara pedagang dan pembeli. Bisa dimungkinkan pembeli mendapat harga jauh lebih miring.

Wajah seragam pasar tradisional juga muncul di PIG, yakni, kumuh dan kotor. Banyak produk yang terkadang kurang higienis. Cara pengemasan barang pun terekesan seadanya sehingga membuatnya kurang dilirik konsumen. Bila tanpa perubahan, bukan tidak mungkin pasar tradisional kian dijauhi pembeli yang memilih belanja di pasar modern yang lebih bersih dan nyaman, tanpa harus menawar.

Pemerintah khususnya Pemerintah Kota Malang melalui dinas pasar harusnya lebih aktif lagi menerapkan kebijakan untuk PIG, menjadikan pasar tradisional dengan konsep modern. Setidaknya mengadopsi konsep pasar puspa agro di Sidoarjo, dengan layanan harga pasar namun barang berkualitas modern. Semoga.

Azhar Rohmadi 
Mahasiswa Ilmu & Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang






Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas